Surabaya — Pemerintah Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) melalui pengaktifan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) yang disinergikan dengan program Kampung Pancasila.
Program berbasis nilai kebangsaan ini mendapat apresiasi dari Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi yang hadir mewakili Mendagri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Monitoring Kamtibmas Kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Kamis (11/9/2025).
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Surabaya dan Forkopimda atas tindak lanjut cepat pasca unjuk rasa beberapa waktu lalu. Fokus kita saat ini adalah bagaimana mengaktifkan kembali Siskamling. Dan Surabaya punya keunggulan melalui Kampung Pancasila, yang tidak hanya menyentuh aspek keamanan, tetapi juga aspek lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, dan sosial budaya,” kata Teguh.
Dirjen Dukcapil menjelaskan, Mendagri telah memberikan 11 arahan strategis kepada kepala daerah dalam menjaga stabilitas pasca unjuk rasa, di antaranya mengoptimalkan Forum Forkopimda, menyambangi tokoh masyarakat, melaksanakan kegiatan pro rakyat seperti pasar murah dan bantuan sosial, mengadakan doa bersama, menunda kegiatan seremonial yang berlebihan, serta menghindari sikap pamer kemewahan. Selain itu, kepala daerah juga diminta tetap berada di wilayahnya masing-masing, memperbaiki fasilitas publik yang rusak, menggunakan bahasa publik yang santun, dan mengaktifkan kembali Siskamling di tingkat RT/RW.
“Ke depan, Siskamling harus relevan dengan kebutuhan saat ini. Bukan hanya diisi orang tua, tetapi juga melibatkan generasi muda, Gen Z, dan milenial. Kita perlu SOP baru yang sesuai dengan perkembangan zaman, bukan membentuk lembaga baru. Surabaya bisa menjadi role model nasional, apalagi dengan adanya Kampung Pancasila,” tegas Teguh. Ia menambahkan bahwa Kemendagri tengah mengompilasi masukan dari daerah untuk menyusun regulasi khusus berupa Permendagri tentang Siskamling.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa Kampung Pancasila bertujuan mengingatkan warga pada nilai-nilai luhur bangsa yang mulai bergeser akibat arus modernisasi dan media sosial. “Kampung Pancasila menghidupkan kembali semangat gotong royong, keguyuban, dan kemampuan masyarakat untuk menyelesaikan masalah di tingkat RT, RW, dan kampung. Program ini inline dengan kepemimpinan RT/RW sehingga langsung menyentuh masyarakat,” ujarnya.
Kampung Pancasila di Surabaya dibangun melalui empat pilar utama: lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, dan sosial budaya. Program di sektor lingkungan misalnya meliputi pemilahan sampah, urban farming, dan kerja bakti. Di sektor kemasyarakatan, kegiatan mencakup patroli keamanan, mitigasi bencana, hingga pencegahan narkoba. Sektor ekonomi fokus pada pemberdayaan UMKM dan pelatihan kewirausahaan, sedangkan sektor sosial budaya diarahkan pada penguatan keluarga, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta peningkatan kesehatan masyarakat.
Dalam implementasinya, Pemkot Surabaya menggandeng seluruh elemen masyarakat, TNI-Polri, serta perangkat wilayah seperti camat, lurah, Polisi RW, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. “Program ini dibangun bersama oleh masyarakat, digerakkan oleh masyarakat, dan digunakan bersama oleh masyarakat Surabaya,” tegas Teguh.
Dengan integrasi Kampung Pancasila dan pengaktifan kembali Siskamling, Surabaya diharapkan menjadi model nasional dalam mewujudkan keamanan lingkungan yang inklusif, partisipatif, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar