Jailolo — Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi, menyatakan kegiatan jemput bola merupakan komitmen Dukcapil untuk menghadirkan layanan yang mudah diakses, inklusif, dan berkeadilan, sehingga tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam sistem administrasi kependudukan.
Menurut Dirjen Teguh, makna strategis kegiatan layanan jemput bola seperti yang baru saja dilakukan Tim Ditjen Dukcapil di Kabupaten Halmahera Barat adalah bukti nyata layanan adminduk tanpa batas geografis. "Negara hadir hingga ke pelosok, memastikan setiap warga memiliki identitas yang sah dan akses yang setara terhadap pelayanan publik,” kata Teguh di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Senada disampaikan Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (PPPS), Muhammad Farid. Ia pun memberikan apresiasi atas dedikasi Tim Jemput Bola Layanan Adminduk Ditjen Dukcapil yang menempuh perjalanan panjang demi melayani masyarakat terpencil.
Menurut Direktur Farid, dengan menempuh jarak ekstrem demi melayani masyarakat yang membutuhkan dokumen kependudukan, menunjukkan kepedulian pemerintah dan menghilangkan batasan atau sekat geografis.
Layanan dengan mendatangi langsung masyarakat hingga ke pintu rumah mereka menjadi bukti bahwa negara tidak hanya ada di pusat pemerintahan, tetapi juga menjangkau pulau-pulau terkecil.
“Tim Dukcapil menempuh ribuan kilometer, menggunakan pesawat, hingga menyeberangi lautan luas untuk memastikan layanan adminduk hadir di tengah masyarakat. Ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan aksi afirmatif untuk menghapus kesenjangan akses pelayanan publik. Inilah perwujudan tertinggi dari negara hadir bagi warganya, khususnya di wilayah 3T,” tegas Farid.
Sebelumnya, Tim Ditjen Dukcapil Kemendagri yang dipimpin Ahmad Ridwan melaksanakan kegiatan Jemput Bola Layanan Administrasi Kependudukan (Jebol Adminduk) di empat kecamatan Kabupaten Halmahera Barat selama lima hari, 18–22 Februari 2026. Untuk menuju lokasi tim dari pusat ini didampingi bersama Tim Teknis Disdukcapil Provinsi Maluku Utara (Malut) dan Disdukcapil Halmahera Barat (Halbar).
Sepanjang kegiatan jebol, Sekretaris Disdukcapil Halbar, Hesbi Misen beserta timnya dan Kabid Fasilitas Pelayanan Adminduk Disdukcapil Malut, Nurul Fadilah Nurmiddin turut mendampingi rombongan Jakarta. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan layanan publik hingga ke wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T).
Ahmad Ridwan menjelaskan, perjalanan tim dimulai setelah mendarat di Ternate. Dari Pelabuhan Sultan Mudaffar Sjah atau Pelabuhan Speed Boat Kota Baru, tim menyeberang menuju Jailolo menggunakan speed boat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Perjalanan menyeberangi laut ini menjadi awal dari rangkaian pelayanan di Kecamatan Jailolo, Tabaru, Ibu, dan Ibu Selatan.

Ridwan menjelaskan bahwa pelayanan dilakukan di berbagai titik strategis agar masyarakat mudah menjangkau. “Kami melayani langsung di kantor Camat Jailolo, Balai Desa Tuguis Kecamatan Tabaru, Balai Desa Tongute Ternate Kecamatan Ibu, dan Balai Desa Adu Kecamatan Ibu Selatan. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terbukti dari jumlah layanan yang mencapai lebih dari seribu dokumen dalam empat hari,” ujar Ridwan.
Adapun hasil Pelayanan Jebol Adminduk pada Rabu (18/2/2026) di Kantor Kecamatan Jailolo, Tim teknis berhasil melayani sebanyak 169 dokumen kependudukan. Jumlah ini terdiri 25 rekam KTP-el, 42 cetak KTP-el, 39 KK, 3 KIA, 9 IKD, 37 pindah datang, 14 akta pencatatan sipil.
Selanjutnya pada Kamis (19/2/2026)di Balai Desa Tuguis, Kecamatan Tabaru berhasil melayani 332 dokumen kependudukan. Yakni 59 rekam KTP-el, 165 cetak KTP-el, 26 KK, 16 KIA, 29 IKD, 8 pindah datang, 29 akta capil.
Pada Jumat (20/2/2026) tim jebol adminduk beralih ke Balai Desa Tongute Ternate, Kecamatan Ibu dengan menerbitkan sebanyak 451 dokumen (102 rekam KTP-el, 273 cetak KTP-el, 20 KK, 13 KIA, 27 IKD, 10 pindah datang, 6 akta capil).
Kemudian Sabtu (21/2/2026) tim Ahmad Ridwan sudah berada di Balai Desa Adu, Kecamatan Ibu Selatan, dengan melayani sebanyak 125 dokumen (31 rekam KTP-el, 65 cetak KTP-el, 15 KK, 14 IKD). "Selama lima hari kami melayani masyarakat Halmahera Selatan, total sebanyak 1.077 dokumen kependudukan kami berikan langsung ke masyarakat," kata Ridwan.
Sekdis Dukcapil Halbar, Hesbi Misen, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran tim pusat. “Kami berterima kasih kepada Ditjen Dukcapil yang telah hadir langsung di Halmahera Barat. Kehadiran ini bukan hanya membantu masyarakat mendapatkan dokumen kependudukan, tetapi juga memberi semangat bagi kami di daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Hesbi.
Sementara itu, Nurul Fadilah Nurmiddin dari Disdukcapil Malut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas level pemerintahan. “Pendampingan tim pusat memberi energi baru bagi kami di provinsi. Dengan jemput bola, masyarakat di desa-desa terpencil merasa diperhatikan dan dilayani tanpa harus menempuh perjalanan jauh,” ungkapnya. Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar