Jakarta - Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada lingkungan kecil, dalam hal ini keluarga. Perubahan besar harus dihadapi para Ibu mulai dari sektor pendidikan anak harus belajar dari rumah, sektor ekonomi harus bekerja dari rumah. Bahkanbanyak yang pendapatannya terhenti, karena harus berhenti bekerja.
Bagi Dharma Wanita Persatuan (DWP) di lingkup Ditjen Dukcapil Kemendagri, berbagai faktor tersebut menjadi fokus perhatian pengurus, termasuk masalah layanan kesehatan reproduksi--menjadi tidak bisa optimal karena berbagai hambatan.
"Misalnya, urgensi masyarakat untuk mendatangi fasilitas pelayanan KB dimasa pandemik menurun sehingga masyarakat yang ikut dalam program KB juga menurun," kata Ketua DWP Ditjen Dukcapil Ny. Ninuk Triyanti Zudan dalam sambutannya pada webinar Kesehatan Reproduksi di Era Pandemi Covid-19 melalui zoom di Jakarta, Jumat (1/10/2021).

Pada kesempatan itu, seperti biasanya Ibu-ibu DWP Ditjen Dukcapil membagikan bingkisan Sembako kepada 73 pegawai Dukcapil yang berhak menerima.
Menurut Ninuk, webinar ini bisa memberi masukan berharga untuk meningkatkan ketahanan keluarga terkait kesehatan reproduksi.
Ninuk berharap agar layanan kesehatan reproduksi dan seksual tetap bisa diakses, caranya dengan mendukung system kesehatan dan pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan selama pandemi.
"Prioritas kami agar perempuan bisa mengakses pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi dan kita bisa terus saling support,” demikian kata Ninuk Triyanti.
Sementara narasumber dokter Jimmy Sakti Nanda Berguna, SPOG, membahas makin tingginya kasus Covid-19 di Indonesia dan adanya gangguan pada sistem pelayanan
kesehatan berpengaruh terhadap perubahan pola pemakaian kontrasepsi.
"Ini juga berpotensi meningkatnya putus pakai kontrasepsi, serta risiko kehamilan yang tidak diinginkan," kata dokter Jimmy.
Tak lupa dokter Jimmy memberikan berbagai tips menjaga kesehatan organ reproduksi secara mandiri.
"Juga penting para Ibu selalu update informasi pelaksanaan konseling terkait KB dan kesehatan reproduksi. Ini dapat diperoleh secara online atau konsultasi via telepon/online chat dengan dokter kepercayaan Anda," kata dokter Jimmy. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.