Karang Baru, Aceh Tamiang — Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri menurunkan tim khusus ke Provinsi Aceh untuk mempercepat pemulihan layanan administrasi kependudukan pasca bencana banjir dan longsor. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi, sebagai bagian dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana yang dibentuk Kemendagri.
Berdasarkan catatan Ditjen Dukcapil, terdapat 5.443 desa terdampak bencana di tiga provinsi, yakni Aceh sebanyak 3.978 desa di 18 kabupaten/kota; Sumatera Utara sebanyak 897 desa di 18 kabupaten/kota; dan Sumatera Barat: 568 desa (16 kabupaten/kota).
Secara khusus di Aceh dampak bencana sangat besar, yakni di Kabupaten Aceh Tamiang seluruh desa terdampak, dengan 313.245 penduduk terdampak bencana. Sedangkan di Kabupaten Aceh Timur sebanyak 426 desa terdampak, dengan 290.582 penduduk terdampak. Sementara Kota Langsa, hanya 2 desa tidak terdampak, namun 179.970 penduduk tetap terdampak.
Untuk memastikan layanan Adminduk tetap berjalan, Tim Jemput Bola Ditjen Dukcapil membawa sekaligus menyerahkan bantuan perangkat operasional, antara lain:
1). Mobile Enrollment: Sebanyak 6 unit terdiri 2 unit aset Barang Milik Negara (BMN) dari Pemprov DKI dan 6 unit yang berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR);
2). Card Reader + SAM sebanyak 7 set terdiri 6 unit dari dana CSR, dan 1 aset BMN;
3). Printer KTP-el Fargo sebanyak 7 unit terdiri 6 unit dari dana CSR, 1 unit aset BMN;
4). Cleaning Kit sebanyak 7 unit terdiri 6 unit dari dana CSR, dan 1 unit BMN;
5). Sebanyak 14 unit Ribbon (12 unit dari dana CSR, 2 unit donasi pegawai Dukcapil);
6). Film sebanyak 7 unit (6 unit dari dana CSR, 1 unit donasi pegawai Dukcapil);
7). Blangko KTP-el sebanyak 10 outer atau 20.000 keping (aset BMN);
8). Perangkat pendukung berupa 1 unit Starlink, 1 unit Power Station, 8 unit printer kertas, tinta printer.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menegaskan bahwa kehadiran tim di Aceh adalah wujud nyata komitmen negara dalam menjamin hak identitas warga.
“Dukcapil selalu berada di garis depan untuk melayani masyarakat. Dengan data yang kami miliki, kami tahu betul skala dampak bencana ini. Karena itu, kami hadir dengan perangkat lengkap agar pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan. Negara tidak pernah absen, sekalipun di tengah keterbatasan sarana dan prasarana,” tegas Teguh Setyabudi.
Dengan dukungan perangkat bantuan dan pendampingan teknis, kapasitas layanan Disdukcapil di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Kota Langsa diharapkan semakin kuat. Ditjen Dukcapil menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan layanan serta memastikan hak administrasi kependudukan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar