Jakarta — Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, menyampaikan amanat akhir tahun dalam Apel Pagi lingkup Ditjen Dukcapil yang digelar secara daring pada Senin (29/12/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Teguh mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristiani dan mengajak seluruh jajaran Dukcapil untuk mengawal pergantian tahun dengan semangat optimisme. Ia berharap tahun 2026 akan lebih baik dibandingkan tahun 2025, dengan kerja keras dan kerja cerdas bersama. "Apabila kinerja kita sama dengan hari kemarin maka termasuk merugi. Apalagi bila kinerja kita lebih buruk bisa-bisa kita tergolong nahas. Untuk itu kita harus meraih kinerja yang lebih baik lagi di tahun 2026 dibanding tahun 2025," tutur Dirjen Teguh menyitir salah satu sabda Nabi Muhammad SAW.
Dirjen Teguh tak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Ditjen Dukcapil, mulai dari JPT Pratama, Sesditjen dan seluruh direktur, ASN, hingga PPPK atas kerja bersama sepanjang tahun 2025. "Banyak capaian dan perbaikan telah diraih, meski masih ada hal-hal yang perlu dibenahi agar Dukcapil semakin baik dan moncer ke depan," kata Teguh.
Dalam amanatnya, Dirjen Dukcapil menegaskan rasa syukurnya bahwa digitalisasi layanan Dukcapil semakin dipercaya oleh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan sektor privat. "Data Dukcapil kini menjadi basis tunggal yang vital bagi berbagai aspek kehidupan bernegara, mulai dari perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi, penegakan hukum, hingga pencegahan kriminalitas," sebutnya.
Layanan administrasi kependudukan juga telah berhasil menjangkau hingga tingkat kelurahan/desa. "Dukcapil berperan penting dalam kegiatan strategis seperti penyaluran bansos, MBG, kartu sehat, statistik hayati, hingga layanan perbankan yang semakin progresif dan modern. Integrasi front end Identitas Kependudukan Digital (IKD) dinilai sebagai kebanggaan bersama bagi bangsa Indonesia," kata Dirjen teguh.
Tantangan dan Persiapan ke Depan
Lebih lanjut Dirjen Teguh Setyabudi menekankan perlunya penguatan infrastruktur dan keamanan data. "Semua direktorat menjadi tumpuan bersama, dengan Sesditjen Dukcapil sebagai supporting system utama."
Teguh menyoroti sejumlah agenda penting yang akan terus dikawal pada tahun 2026 antara lain, inisiatif KTP-el dan IKD sebagai pilar fundamental dalam membangun Digital Public Infrastructure (DPI) yang kuat, dengan tujuan utama mewujudkan Single Identity Number (SIN) atau Nomor Identitas Tunggal; Revisi Permendagri No. 72 Tahun 2022 terkait dukungan pengadaan alat perekaman KTP-el untuk daerah.
Selanjutnya, finalisasi Perpres IKD yang kini sedang dibahas antar-kementerian; penyelesaian regulasi lain, termasuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) dan aturan pelaksana catatan sipil; Penguatan kerja sama pemanfaatan data di daerah melalui layanan assessment dan penerapan ISO 27001; dan penanganan pengaduan, serta penyelesaian masalah hukum di pusat maupun daerah sebagai tanggung jawab bersama.
Realisasi Anggaran
Dalam hal administrasi, Dirjen Teguh mengapresiasi capaian realisasi anggaran Ditjen Dukcapil. Hingga 27 Desember 2025, realisasi anggaran telah mencapai 93,4 persen dan diproyeksikan hingga 31 Desember minimal mencapai 98,67 persen. "Bahkan berpotensi di atas 99 persen. Capaian tersebut tidak hanya berupa realisasi anggaran, tetapi saya juga meminta pengadministrasian yang rapi dan baik tanpa meninggalkan masalah di kemudian hari," tegas Teguh.
Menutup amanatnya, Dirjen Teguh menegaskan bahwa Dukcapil kini menjadi tumpuan pemerintahan berbasis digital dan harus terus dikawal agar berjalan dengan baik. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran serta permohonan maaf bila ada hal yang kurang berkenan selama memimpin. “Ke depan, saya berharap Dukcapil semakin PRIMA. Mari kita songsong tahun 2026 dengan optimisme dan ikhtiar bersama,” pungkasnya. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar