Arosuka — Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri melalui Tim GISA Tanggap Darurat Bencana melaksanakan pelayanan jemput bola administrasi kependudukan (adminduk) bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok. Pelayanan darurat ini dipusatkan di MPP Kotobaru, Kecamatan Kubung, sekaligus posko utama penanganan bencana, serta menyebar ke sejumlah titik pelayanan di nagari dan kecamatan.
Selama dua hari, 11–12 Desember 2025, Tim GISA berhasil menerbitkan ribuan dokumen kependudukan. Adapun rinciannya pada Kamis (11/12/2025) menyelesaikan dan membagi habis sebanyak 503 dokumen kependudukan, terdiri cetak KK 155, Kartu Identitas Anak (KIA) 27, Akta Kelahiran 62, Akta Kematian 10, aktivasi IKD 1, cetak KTP-el 217, dan rekam biometrik baru sebanyak 31 pemohon.
Dilanjutkan Jumat (12/12/2025) tim DItjen Dukcapil dibantu DInas Dukcapil Solok berhasil menyelesaikan sebanyak 503 dokumen. Jumlah itu terdiri: Cetak KK 138, KIA 17, Akta Kelahiran 25, Akta Kematian 12, IKD 3, cetak KTP-el 227, dan rekam baru KTP-el 15.
Selain itu, di wilayah terdampak bencana juga dilayani dokumen tambahan, yakni cetak KK 84, cetak KTP 117, akta kelahiran 36, akta kematian 1, surat pindah 5, KIA 4, pindah online 1, dan rekam baru 2.
Pelayanan dokumen kependudukan di wilayah terdampak bencana itu meliputi: MPP Kotobaru (sekaligus posko utama bencana); Kantor Wali Nagari Selayo; Kantor Wali Nagari Koto Hilalang, seluruhnya berada di Kecamatan Kubung. Selain terdapat posko lain yang juga melayani permohonan dokumen kependudukan dari masyarakat, yakni di Masjid Raya Saniangbaka Kec. X Koto Singkarak; Masjid Raya Muaro Pingai Kec. Junjung Sirih; Kantor Camat Junjung Sirih; Kantor Camat X Koto Singkarak; Kantor Camat Lembah Gumanti; dan Dinas Dukcapil, Arosuka Kec. Gunung Talang.

Koordinator Tim GISA Tanggap Darurat Bencana untuk Kabupaten Solok, AA Azhari dari Direktorat IDKD Ditjen Dukcapil, menegaskan bahwa tim bekerja penuh semangat untuk memastikan pelayanan tidak terhenti. “Kami turun langsung ke lapangan, dari posko utama hingga nagari-nagari terdampak. Prinsip kami sederhana: warga harus tetap terlayani, meski dalam kondisi darurat. Dukcapil hadir bukan hanya untuk mengganti dokumen, tetapi juga memberi kepastian identitas bagi masyarakat,” tegasnya.
Dukungan Pusat
Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional, Handayani Ningrum, menegaskan bahwa pelayanan jemput bola merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. “Bencana tidak boleh menghentikan hak warga atas dokumen kependudukan. Dengan dukungan sarana seperti Starlink, power station, dan solar panel, pelayanan tetap berjalan meski kondisi darurat. Semua dokumen yang rusak atau hilang akan diganti tanpa terkecuali,” ujarnya.
Kadis Dukcapil Kabupaten Solok, Ricky Carnova, menyampaikan bahwa kebutuhan masyarakat sangat mendesak, terutama untuk dokumen identitas dasar. “Kami berupaya agar warga segera mendapatkan KTP, KK, maupun akta kelahiran. Dengan pelayanan jemput bola, masyarakat tidak perlu menunggu lama. Dukcapil hadir langsung di nagari dan kecamatan terdampak,” jelasnya.
Ricky menambahkan bahwa sinergi dengan pemerintah pusat mempercepat pemulihan layanan. “Bantuan blanko KTP-el dan perangkat pendukung dari Ditjen Dukcapil sangat membantu. Kami optimis pelayanan adminduk di Kabupaten Solok segera kembali normal,” katanya.
Dengan tambahan sarana dan dukungan pusat, Pemerintah Kabupaten Solok optimistis pelayanan adminduk pascabencana dapat segera pulih.
Kehadiran Tim GISA Tanggap Darurat Bencana menjadi bukti bahwa negara hadir untuk memastikan hak dasar warga tetap terjamin, bahkan di tengah bencana. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar