Medan — Datanglah ke Dinas Dukcapil Kota Medan. Saban hari lebih dari 1.000 penduduk kota berjuluk 'Parisj van Sumatra' ini membanjiri kantor Disdukcapil.
Semuanya dilayani dengan tagline layanan Dukcapil PRIMA sedari pukul 8 pagi hingga 8 malam. Sekadar informasi, slogan Dukcapil PRIMA, berarti Profesional, Responsif, Inovatif, Melayani, dan Akuntabel.
Kondisi ini membuat takjub Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi yang mengadakan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara, termasuk ke Disdukcapil Kota Medan, Kamis (17/7/2025).
Dalam kunjungan kerjanya Dirjen Dukcapil didampingi Direktur Integrasi Data Kependudukan Daerah (IDKD) Agus Irawan, Kabag Umum Setditjen Dukcapil, Bastian Seimahura, Kasubdit Monev Dit. IDKD, Muhammad Priyono, dan PJ Bina Adminduk Provinsi Sumatera Utara, Walter Edward Malau. Dari pihak tuan rumah hadir pula Kadis PMD Dukcapil Sumut Parlindungan Pane.
Dari penjelasan Kadis Dukcapil Medan Baginda P. Siregar, Dirjen Teguh mengetahui bahwa pelayanan administrasi kependudukan di Medan sudah terbagi di 21 kecamatan, dan 80 dari 151 kelurahan yang ada di Kota Medan.
Belum lagi layanan adminduk di Mall Pelayanan Publik di Kecamatan Medan Baru, layanan mobil keliling, dan layanan online melalui platform "Sibisa", memungkinkan masyarakat untuk mengajukan berbagai permohonan adminduk secara daring, seperti pembuatan akta kelahiran, kartu keluarga, dan lain-lain.
Bahkan, hari Sabtu kantor Disdukcapil Medan tetap buka hingga pukul 2 siang.
Semua itu, belum bisa membendung animo masyarakat untuk datang langsung tatap muka dengan petugas Disdukcapil Medan. "Pemohon dokumen kependudukan yang datang ke Dinas Dukcapil Kota Medan ini luar biasa banyak sekali. Ini Dinas Dukcapil yang terbanyak se Indonesia untuk kategori pelayanan kepada pemohon yang datang setiap hari. Keberadaan loket-loket pelayanan juga sudah lengkap untuk menampung ribuan masyarakat yang datang mengurus dokumen kependudukan," kata Dirjen Teguh.

Namun demikian, Teguh menyarankan perlu penataan yang lebih baik lagi terkait arus masuk dan keluar masyarakat pemohon yang menjeru. Begitu juga pelayanan di kelurahan dan kecamatan sedapat mungkin selesai sehingga langsung memperoleh dokumen di tempat sehingga tidak perlu lagi datang ke kantor Disdukcapil. "Artinya kita tidak boleh puas dengan yang sudah ada tetapi terus meningkatkan kualitas layanan adminduk yang lebih baik ke depannya," tandasnya.
Kepada Wali Kota Medan, selaku kepala daerah Teguh berpesan dapat menambah sarana prasarana serta anggaran kantor Disdukcapil yang beralamat di Jalan Iskandar Muda No. 270, Kec. Medan Petisah, Medan.
Dirjen Teguh dalam kesempatan tersebut memberi Kadis Baginda Siregar oleh-oleh dari Jakarta berupa blanko KTP-el.
Selain itu, dengan begitu banyaknya pemohon KTP-el di Kota Medan termasuk yang cetak ulang karena rusak dan hilang, Dirjen mengimbau kepala daerah menyiapkan anggaran hibah KTP-el. "Daerah yang memberikan hibah akan mendapatkan kembali blanko yang dihibahkan secara utuh, tanpa dikurangi satu keping pun," tegas Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi. Dukcapil***

Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar