Jakarta - Ditjen Dukcapil berkomitmen terus mendukung program prioritas Presiden dan Wapres RI, Prabowo-Gibran, yakni 8 Misi Asta Cita. Untuk itu, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi meminta seluruh jajaran Dukcapil mulai dari pusat hingga provinsi dan kabupaten/kota mensupport penuh program strategis tersebut.
"Bukan cuma program Asta Cita 4 dan 6 saja (yang relevan dengan tugas Dukcapil), tetapi semua 8 program tersebut, karena pada hakikatnya pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil mendasari semua sektor pelayanan publik," kata Dirjen Teguh Setyabudi dalam arahannya pada rapat sinergitas kebijakan dan program/kegiatan strategis Dukcapil Tahun 2025, Senin (24/2/2025).
Rapat diselenggarakan secara Daring, diikuti para pejabat dan staf Ditjen Dukcapil serta para kepala dinas dan jajaran Dinas Dukcapil provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Dirjen Teguh menyampaikan apresiasi atas pencapaian kinerja Dinas Dukcapil kabupaten/kota yang sudah dilaksanakan pada 2024. Diketahui berdasarkan hasil penilaian kinerja atas Kadis Dukcapil provinsi dan kabupaten kota tahun 2024, adalah meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan antara lain penerbitan KTP-el, Akta Pencatatan Sipil, KIA serta pelayanan pemanfaatan KIA, NIK, KTP-el, dan pemanfaatan data kependudukan kepada lembaga pengguna, penerapan Buku Pokok Pemakaman (BPP), serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Adapun target cakupan perekaman KTP-el sebesar 99,4 persen, kepemilikan akta kelahiran usia 0-18 tahun adalah 99 persen, penerbitan KIA 60 persen, perjanjian kerja sama pemanfaatan KIA dengan mitra minimal 3 mitra, perjanjian kerja sama pemanfaatan data minimal 15 OPD dan/atau badan hukum Indonesia (BHI), integrasi pemanfaatan data dan dokumen kependudukan minimal 15 OPD dan/atau BHI. Sementara untuk cakupan BPP di setiap desa/kelurahan harus mencapai 100 persen, dan target aktivasi IKD sebesar 30 persen.
Berdasarkan hasil penilaian kinerja 2024, sebanyak 31 Disdukcapil provinsi masuk kategori baik, 7 provinsi masuk kategori cukup baik, dan belum ada satu pun yang mencapai posisi sangat baik. Di level kabupaten kota, sebanyak 9 Disdukcapil masuk kategori sangat baik, 454 Disdukcapil masuk kategori baik, dan 51 lainnya masuk kategori cukup baik.
"Walaupun ada indikator yang belum tercapai, namun secara nasional capaian sudah cukup bagus. Ini berkat kerja keras dan cerdas kita bersama. Untuk capaian tertinggi saya apresiasi dan untuk yang masih rendah saya mengajak untuk lebih ditingkatkan kembali," kata Dirjen Teguh.
Untuk target kinerja tahun 2025, Dirjen Teguh meminta seluruh jajaran Dukcapil agar membangkitkan semangat dan loyalitas serta dedikasi untuk pelayanan adminduk PRIMA. "Jangan beralasan karena efisiensi anggaran pelayanan tersebut menjadi kurang," Teguh mengingatkan.

Berkenaan dengan target kinerja tahun 2025, angkanya tidak jauh berbeda. Misalnya untuk cakupan akta kelahiran 0-17 harus mencapai 99,5 persen; cakupan akta kematian dari peristiwa kematian yang dilaporkan mencapai 100 persen, cakupan kepemilikan buku nikah/akta perkawinan pada semua pasangan yang perkawinannya dilaporkan 100 persen; cakupan akta perceraian juga demikian 100 persen; persentase KIA yang diterbitkan 62 persen; dan persentasi aktivasi IKD 30 persen dari total perekaman KTP-el di daerah.
Dirjen Teguh juga meminta jajaran Dukcapil daerah agar mendukung program pemerintah yang sedang berjalan seperti program Cek Kesehatan Gratis, termasuk pula program makan gratis. Juga penyaluran tabung gas elpiji 3Kg, subsidi pupuk, serta program pengentasan stunting. Semua program tersebut menggunakan basis data kependudukan Dukcapil.
Untuk Cek Kesehatan Gratis, masyarakat bisa menggunakan Satu Sehat Mobile. Teguh menjelaskan, verifikasi Satu Sehat bisa melalui single sign on dengan IKD atau datang ke fasilitas kesehatan.
"Saya minta jajaran Dukcapil kabupaten/kota persiapkan dan koordinasikan program ini dengan Disdukcapil provinsi. IKD secara faktual tetap eksis dan terus digunakan. Diharapkan IKD ke depan sebagai Digital ID nasional, selain kita juga mendukung program pemerintah seperti INADigital."
Yang tak kalah penting, Teguh menekankan pihaknya juga mendukung program kepala daerah agar lebih cepat dan tepat sasaran tanpa mengurangi fokus dalam penerapan cyber security. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar