Jakarta - Hari ini menjadi momen penting bagi Teguh Setyabudi, yang secara resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta. Ia menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada pasangan baru, Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno, dalam acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Balai Kota, Jakarta, pada Kamis (20/2/2025).
Acara ini dihadiri oleh para pejabat terkemuka dan tokoh penting, termasuk Mantan Gubernur DKI Jakarta, serta Ketua DPRD DKI Jakarta.
Teguh tiba di Balai Kota dengan didampingi oleh Ika Teguh Setyabudi sekitar pukul 11.41 WIB dengan mengenakan setelan jas hitam yang dipadukan dasi biru, memberikan kesan elegan dan penuh wibawa. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian selama menjabat sebagai Pj. Gubernur DKI Jakarta.
Turut mendampingi Teguh Setyabudi di acara tersebut adalah Plh. Dirjen Dukcapil Handayani Ningrum, Sesditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam, dan Direktur IDKD Agus Irawan. Kehadiran mereka menandakan dukungan penuh dari Ditjen Dukcapil dalam momen penting ini.
Dalam sambutannya, Teguh mengakui bahwa tantangan kepemimpinan di Jakarta tidaklah mudah. “DKI Jakarta adalah barometer kebijakan nasional. Banyak tantangan besar yang harus kami hadapi, terutama dalam mempersiapkan Jakarta sebagai pusat perdagangan, perekonomian nasional, dan kota global,” ujar Teguh. Meskipun demikian, ia bersyukur seluruh jajaran Pemprov DKI mampu bekerja dengan baik, meningkatkan pelayanan publik, dan memajukan kesejahteraan masyarakat.
Selama masa kepemimpinannya, Teguh berhasil menjaga situasi Jakarta tetap kondusif, terutama selama pelaksanaan Pilkada 2024. "Alhamdulillah, berkat sinergitas dan kolaborasi yang baik, semua tantangan dapat kita atasi. Saya berharap Pramono Anung dan Rano Karno mampu melanjutkan estafet pembangunan Jakarta dengan lebih baik lagi,” tambahnya.
Kesan positif juga disampaikan Teguh mengenai pengalamannya bekerja di Jakarta. Ia menyebutkan bahwa salah satu hal yang paling berkesan adalah membangun hubungan yang erat dengan media dan masyarakat. “Saya merasa dekat dengan teman-teman wartawan di Balai Kota. Suasana kerja yang sejuk dan kondusif ini juga menjadi modal penting untuk membangun Jakarta di masa depan,” ujarnya dengan senyum hangat.
Dalam sambutannya, Teguh juga memuji kredibilitas dan integritas Pramono Anung dan Rano Karno. Menurutnya, kedua sosok tersebut memiliki rekam jejak yang baik dan layak memimpin Jakarta menuju era baru.
“Saya sangat yakin bahwa mereka mampu mengurai dan mengatasi berbagai masalah klasik yang ada di kota-kota besar. Dengan program strategis yang mereka miliki, saya optimis Jakarta akan semakin maju dan berkembang,” ujarnya.
Lebih jauh, Teguh menekankan pentingnya menjaga kebhinekaan di Jakarta, mengingat kota ini adalah miniatur Indonesia. “Jakarta adalah kota multikultur, multiras, dan multiagama. Bagaimana kebhinekaan ini bisa tetap kita jaga adalah hal yang sangat penting. Saya berharap kepemimpinan Pramono dan Rano bisa menjaga hal ini dengan baik,” tambah Teguh.
Pramono Anung, yang dilantik bersama Rano Karno oleh Presiden Prabowo Subianto, menandatangani dokumen serah terima jabatan dengan Teguh Setyabudi di atas panggung. Setelah prosesi tersebut, Pramono menyampaikan terima kasih kepada Teguh dan seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta yang telah bekerja keras menjaga kestabilan kota selama masa transisi pemerintahan.

Acara serah terima ini berlangsung dengan khidmat, dihadiri oleh sejumlah mantan Gubernur DKI Jakarta, termasuk Sutiyoso, Fauzi Bowo, Basuki Tjahaja Purnama, hingga Anies Baswedan. Hadir pula Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin. Kesan nostalgia juga terasa kuat ketika para mantan pemimpin kota tersebut hadir, seolah menjadi saksi dari tonggak sejarah baru Jakarta.
Teguh setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Pj. Gubernur DKI Jakarta, kini kembali ke jabatannya sebagai Dirjen Dukcapil di Kementerian Dalam Negeri.
"Tugas saya di Jakarta telah selesai, namun perjuangan masih panjang di Ditjen Dukcapil. Kami akan terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan, terutama melalui pengembangan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang menjadi salah satu fokus utama kami," ujar Teguh dengan penuh semangat.
Handayani Ningrum, yang juga hadir mendampingi Teguh, menyampaikan bahwa kembalinya Teguh ke Ditjen Dukcapil akan memperkuat program-program transformasi digital yang selama ini telah dijalankan. “Dengan kepemimpinan Pak Teguh, kami yakin inovasi di bidang administrasi kependudukan akan semakin berkembang pesat,” ujarnya.
Acara pun diakhiri dengan sesi foto bersama antara Teguh Setyabudi dan Pramono Anung, menandakan simbolis perpindahan tongkat estafet kepemimpinan di Jakarta. Meskipun meninggalkan Balai Kota, Teguh membawa serta kenangan dan pengalaman berharga yang akan terus ia bawa dalam tugas-tugasnya di Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar