Jakarta - Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri bertekad meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di semua tingkatan. Untuk itu, Ditjen Dukcapil menerapkan manual indikator kinerja yang berperan penting dalam perencanaan strategis.
Menurut Tenaga Ahli Budgeting dan Rencana Strategis Ditjen Dukcapil, Kundiyarto Prodjotaruno, manual indikator kinerja (MIK) membantu manajemen untuk fokus pada area yang paling penting dalam mencapai tujuan strategis. "Dengan memiliki indikator yang jelas, organisasi dapat mengalokasikan sumber daya dan energi mereka dengan lebih efektif," kata Kundiyarto pada Rapat Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dan Manajemen Risiko (MR) Tahun Anggaran 2025-2029 Lingkup Ditjen Dukcapil di Jakarta, Kamis (23/1/2025).
Kundi menjelaskan, MIK memuat berbagai informasi seperti daftar dan definisi indikator kinerja, formula perhitungan, satuan pengukuran, tingkat validitas, sumber data, pola perhitungan, polarisasi dan periode pelaporan. "Inilah yang dipelajari teman-teman Dukcapil agar memahami konstruksi sistem manajemen kinerja yang terdiri 4 lingkup perencanaan, pengukuran, monitoring dan evaluasi hingga pelaporan," terangnya.
Lebih jauh, Kundi menjelaskan, MIK sangat penting dalam proses perencanaan strategis sekaligus mampu memantau kemajuan secara berkala. MIK memungkinkan Dukcapil untuk mengevaluasi apakah strategi yang diterapkan efektif atau perlu disesuaikan. "Dengan memantau indikator kinerja, pejabat pengawas Dukcapil dapat dengan cepat mengidentifikasi masalah dan meresponsnya sebelum menjadi lebih besar," kata dia.
Kundi menyampaikan, dengan indikator kinerja yang jelas dapat menjadi alat motivasi bagi karyawan. "Ketika karyawan tahu bagaimana kinerja mereka diukur dan dihargai, mereka cenderung lebih termotivasi untuk mencapai target," tandasnya.
Selain itu, MIK berperan untuk menyelaraskan tujuan. Dengan menetapkan indikator kinerja, Dukcapil dapat memastikan bahwa semua bagian dari organisasi bekerja menuju tujuan yang sama. "Ini menciptakan keselarasan dan koherensi dalam upaya mencapai visi dan misi organisasi."

Selanjutnya, MIK berperan membantu pengambilan keputusan yang tepat. Data dari indikator kinerja memberikan dasar yang kuat untuk pengambilan keputusan. "Level manajemen pejabat pembuat keputusan dapat menggunakan informasi ini untuk menilai risiko, mengeksplorasi peluang, dan membuat keputusan yang lebih tepat dan terinformasi," ulasnya.
Lebih dari itu, MIK mampu meningkatkan akuntabilitas. Indikator kinerja menetapkan standar yang dapat diukur, sehingga setiap individu dan tim dalam organisasi bertanggung jawab untuk pencapaian target yang telah ditetapkan. "Ini mendorong rasa tanggung jawab dan keterlibatan yang lebih besar dari seluruh jajaran Dukcapil mulai dari pejabat administrator, pejabat pengawas, pelaksana hingga staf pendukung," kata Kundi.
Walhasil, simpul Kundi, dengan mengintegrasikan MIK dalam perencanaan strategis, aparatur Dukcapil dapat meningkatkan efektivitas, dan efisiensi. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar