Jakarta - Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan Ditjen Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri menggelar acara Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Acara ini sekaligus untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan 1444 Hijriyah/2023 Masehi di Masjid Nurul Falah, Komplek Kantor Ditjen Pemdes dan Dukcapil Kemendagri, Jakarta, Senin (20/3/2023).
Hadir dalam acara tersebut penceramah Ustaz Ali Hasan Bahar, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi, Sekretaris Ditjen Bina Pemdes Paudah mewakili Dirjen Pemdes Eko Prasetyanto, Sesditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam, para direktur di lingkungan Ditjen Bina Pemdes dan Ditjen Dukcapil, para Kasubdit, Kasi atau yang disetarakan, dan JFU di lingkungan Ditjen Dukcapil dan Pemdes serta pegawai kedua instansi di lingkungan Kemendagri tersebut.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi dalam sambutannya menyinggung peristiwa penting Isra Mi'raj bagi umat Islam. Sebab lewat Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW mendapat perintah shalat 5 waktu. "Dalam Isra, Nabi Muhammad diberangkatkan oleh Allah dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsha di Yerusalem. Sedangkan Mi'raj, perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ketujuh hingga Sidratul Muntaha. Di sana Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menjalankan shalat lima waktu sehari semalam," tutur Dirjen Teguh.
Dirjen Teguh Setyabudi juga menyebut shalat sebagai tiang agama dan mencegah perbuatan keji dan munkar. "Bila kita melaksanakan ibadah shalat berarti menegakkan agama (Islam). Sebaliknya bila ditinggalkan berarti dia sedang merobohkan agamanya," kata Teguh menegaskan.
Oleh sebab itu, Dirjen Teguh mengajak para pegawai muslim dan muslimah, khususnya di lingkungan Kemendagri dan wabil khusus lagi Ditjen Dukcapil dan Ditjen Pemdes untuk menunaikan ibadah shalat lima waktu dengan benar. "Sehingga tujuan shalat yakni membentuk manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dapat tercapai," kata Dirjen Teguh, "Semoga kita dapat mengimplementasikan ibadah shalat dan semua amal saleh pada bulan Suci Ramadhan yang tinggal bberapa hari lagi. Seterusnya juga begitu sehingga kita benar-benar menjadi seorang yang muttaqin," papar Teguh.

Sementara, penceramah Ustaz Ali Hasan Bahar menyampaikan pentingnya meningkatkan kualitas ibadah, terutama sholat lima waktu. Menurutnya, selain sebagai wujud ketaatan seorang hamba secara vertikal kepada Tuhannya, sholat juga harus bisa mempresentasikan kehendak Tuhan di muka bumi ini.
"Sebagaimana yang telah diisyaratkan dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 30, bahwa manusia sebagai 'khalifah fil-ardh'. Oleh karena itu, ibadah sholat dalam konteks manusia sebagai wakil Tuhan di muka bumi ini, jelas sholat harus berfungsi sosial sebagai perekat kesalehan dalam kehidupan." Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.