Jakarta - Ditjen Dukcapil Kemendagri terus melakukan pembenahan tata kelola administrasi kependudukan (Adminduk). Dirjen Dukcapil Prof Zudan Arif Fakrulloh mengaku hanya melanjutkan kinerja yang sudah dilakukan mantan Dirjen terdahulu.
"Ibarat membangun gedung, Dukcapil kini berada di bangunan lantai kelima. Saya hanya melanjutkan kinerja para pendahulu saya yaitu pertama Pak Rohadi, Pak Situmorang, Pak Rasyid dilanjutkan oleh Pak Irman. Sekarang giliran saya yang melanjutkan. Sifat kebijakan Dukcapil adalah inkremental atau berubah sedikit demi sedikit secara teratur. Menambah, menambah, dan menambah. Tidak melakukan sesuatu secara langsung dari nol," kata Zudan saat menutup Bimbingan Teknis Kapasitas Pengelola Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Bagi Adminitrator Database (ADB) Provinsi dan Kabupaten/Kota Angkatan VI di Jakarta, Jumat (9/8/2019).
"Lantai kelima tak bisa terbangun dengan baik tanpa ada bangunan lantai sebelumnya. Jadi kita hormati apa yang sudah dilakukan pendahulu kita dengan menyelesaikan pekerjaan sebaik-baiknya, sehebat-hebatnya," ujarnya menambahkan.
Zudan pun menyatakan 14 penghargaan yang berhasil diraih Ditjen Dukcapil dalam lima tahun terakhir itu bukan lantaran yang sekarang berprestasi hebat. "Sebab sekarang saya tinggal memetik hasil apa yang dilakukan oleh para pendahulu saya. Para beliau lah yang meletakkan dasar-dasar itu," katanya menandaskan.
Zudan ingin mengatakan, jika sekarang menanam belum bisa dipanen itu tidak apa-apa. "Nanti generasi yang akan mengganti kita pasti yang akan memanen itu. Yang penting adalah semangatnya dijaga agar frekuensi tetap sama. Yang saya tangkap karena mantan Dirjen Dukcapil semuanya masih hidup, karena Ditjen Dukcapil adalah tempat kerja yang enak, makanya panjang umur semua," ujarnya disambut applause hadirin.
"Jadi senang nggak kerja di Dukcapil? Pertanyaan ini harus kita jawab dengan pede: Senang! Sebab nanti aura kesenangan akan datang dan meliputi kita. Kalau jawab tidak, maka aura ketidaksenangan akan datang," kata Zudan Arif Fakrulloh. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.