Lhoksukon — Direktur PIAK Ditjen Dukcapil Kemendagri, Muhammad Nuh Al Azhar, memimpin langsung Tim Jemput Bola Layanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) dalam rangka percepatan pemulihan layanan pasca bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan ini diawali dengan pertemuan informal bersama Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil yang didampingi Plt. Sekretaris Daerah Jalaluddin, Kadis Dukcapil Safrizal, serta Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto. Pertemuan tersebut membahas penguatan infrastruktur dan dukungan penyelenggaraan layanan Adminduk di wilayah terdampak, pada Selasa (13/1/2026).
Dalam pertemuan, Direktur Nuh Al Azhar menegaskan komitmen Dukcapil untuk hadir langsung di tengah masyarakat. “Dokumen kependudukan adalah hak dasar warga negara. Dalam situasi bencana, kami tidak ingin masyarakat kehilangan akses terhadap identitas dan layanan publik. Karena itu, tim jemput bola ini kami turunkan agar pemulihan berjalan cepat dan masyarakat bisa kembali bangkit dengan dokumen yang sah,” ujarnya.
Bupati Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa menyampaikan apresiasi atas dukungan Ditjen Dukcapil. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran langsung tim Dukcapil. Dukungan ini bukan hanya soal dokumen, tetapi juga semangat pemulihan bagi masyarakat kami. Dengan adanya layanan jemput bola, warga terdampak banjir merasa diperhatikan dan lebih optimis menata kembali kehidupan mereka,” ungkapnya.

Dengan langkah jemput bola ini, Ditjen Dukcapil menegaskan komitmennya untuk memastikan masyarakat korban bencana tetap mendapatkan hak identitas dan dokumen kependudukan secara cepat, aman, dan tepat sasaran.
Usai pertemuan, Direktur PIAK Nuh Al Azhar bersama jajaran, didampingi Kapolres dan Kadis Dukcapil, meninjau langsung empat desa di Kecamatan Langkahan yang mengalami kerusakan paling signifikan akibat banjir, yakni Desa Krueng Lingka, Pantai Gaki Bale, Lubuk Mana, dan Padang Meriah.
Dalam kunjungan tersebut, tim menyerahkan dokumen kependudukan kepada masyarakat terdampak, meliputi Kartu Keluarga (KK), KTP-el, Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA). "Kami juga menyalurkan bantuan sembako berupa beras, minyak, telur, dan kain sarung melalui kepala desa masing-masing untuk diteruskan kepada warga," kata Direktur Nuh.
Selanjutnya, Direktur PIAK bersama Dinas Dukcapil Kabupaten Aceh Utara membuka layanan Adminduk di Kantor Kecamatan Langkahan. Hasil pelayanan mencatatkan penerbitan dokumen kependudukan pengganti yang hilang atau rusak akibat bencana sebanyak total 1.377 dokumen. Jumlah otu terdiri dari Penerbitan/cetak KK sebanyak 360 dokumen; akta kelahiran 109 dokumen; akta kematian 11 dokumen; perekaman KTP-el sebanyak 124 pemohon; pencetakan KTP-el sebanyak 773 dokumen.

Penguatan Sinergi
Selain itu, Direktur PIAK Nuh Al Azhar juga melakukan kunjungan koordinasi ke Polres Aceh Utara untuk memperkuat sinergi dan dukungan terhadap pelaksanaan layanan Adminduk di wilayah terdampak bencana.
Dengan langkah jemput bola ini, Ditjen Dukcapil menegaskan komitmennya untuk memastikan masyarakat korban bencana tetap mendapatkan hak identitas dan dokumen kependudukan secara cepat, aman, dan tepat sasaran. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar