Jakarta - Ditjen Dukcapil Kemendagri bertekad terus meningkatkan pelayanan publik di bidang administrasi kependudukan terus meningkat ke level yang lebih tinggi. Menurut Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh secara normatif pekerjaan sudah itu selesai.ÂÂ
"Sekarang tahun 2019, sementara UU Adminduk dibuat tahun 2006. Prosedur standar pembuatan dokumen kependudukan tahun 2006 itu selama 14 hari. Saya mau bertanya masih adakah yang menyelesaikan dokumen dalam 14 hari? Tolong segera insyaf kita hidup di tahun 2019. Ada jeda waktu selama 13 tahun dari tahun 2006. Kalau masih jalani SOP 14 hari berarti Anda tertinggal masih hidup di tahun 2006," pesan Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh kepada para Administrator Database (ADB) dalam pidato arahan sekaligus menutup Bimbingan Teknis Kapasitas Pengelola SIAK bagi ADB Kabupaten/Kota Angkatan IV Tahun 2019 di Jakarta, Ahad (4/8/2019).
Saat itu, papar Zudan, belum ada hape merek Oppo, belum ada Samsung. Dulu adanya merek Motorolla, Nokia, Siemens, Ericsson. "Sekarang ke mana hape-hape itu? Handphone aja tutup semua, masak pelayanan Dukcapil tidak berubah? Era sudah berganti, dari Symbian menuju era Android. Nggak ada pilihan lain kita harus bergerak mengganti semangat. Operation System-nya berbeda, tak bisa menggunakan pendekatan tahun 2006 untuk mengatasi persoalan hidup era tahun 2019. Untuk itulah Dukcapil menggunakan pendekatan digital. Maka pelayanan publik Dukcapil juga bernuansa tahun 2019," ujarnya clear memaparkanÂÂ
Secara berseloroh Zudan bertanya, artis tahun 2006 itu siapa? "Raisa sekarang mana mau hidup di 2006. Soalnya gaya hidup sudah berbeda. mBak Titik Puspa cantik banget, dulu. Jadi semangatnya pelayanan publik harus terus kita tingkatkan. Sebab yang kita lakukan sekarang ini sudah naik satu level dari pemberi pelayanan publik, menjadi membangun branding baru layanan publik," kata Zudan.
Branding itu begini, kalau disebut kata 'Mandiri' atau 'BCA', yang langsung terpikir di benak: Bank. Starbucks: Kopi. ABC: baterai. Aqua: air minum dalam kemasan.
Branding adalah ciri yang melekat kuat pada sebuah produk karena Branding produk itu dibangun secara konsisten, terus mengisi pasar dengan kualitas yang konsisten, diterima oleh hati dan diingat oleh pikiran masyarakat.
Sekarang branding Dukcapil, kata Zudan, sudah sangat kuat. "Kalau saya menyebut 'KTP-el' atau 'Akte Kelahiran': Dukcapil. Jadi branding Dukcapil yang sudah kuat, tinggal diisi dengan hal-hal positif. Sehingga ketika menyebut Dukcapil, dalam benak masyarakat branding kita positif," ujar Zudan.
Zudan pun menyampaikan cerita, pada saat penyerahan penghargaan Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019, inovasi Dukcapil 'Si Juwita' dan 'Supertajam', para juri mengatakan kepada dirinya: "Pak Dirjen selamat ya Dukcapil sekarang luar biasa lompatannya. Dukcapil terasa sekali perubahannya dalam 4-5 tahun belakangan. Kecepatan pelayanan meningkat, pungli sangat berkurang, complain handling tidak ada masalah, itu selalu ada. Kemudian ruang laktasi, perpustakaan, ruang disabilitas sudah mulai tersedia." Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.