Jakarta - Data yang disediakan oleh Ditjen Dukcapil memungkinkan berbagai proses bisnis penting, seperti verifikasi identitas dan validasi data kependudukan, dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Tanpa kerja sama ini, sejumlah layanan perbankan bakal terganggu atau mengalami penurunan kualitas.
Itu sebabnya, manajemen PT Bank Jasa Jakarta (BJJ) mengadakan audiensi dengan Ditjen Dukcapil membahas perpanjangan Perjanjian Kerja Sama di Ruang Rapat Dirjen Dukcapil, Jakarta, Senin (3/3/2025).
Dari BJJ hadir Presiden Direktur Leonardo Koesmanto, Pjs Direktur Kepatuhan Leka Madiadipoera serta jajaran. Sementara Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi didampingi Direktur IDKN Muhammad Farid dan Ketua Tim Layanan Administrasi Data Kependudukan Ni Luh Mertasih beserta staf.
Dalam sambutan pembukaannya, Presdir BJJ Leonardo Koesmanto mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini. "Kerja sama antara Bank Jasa Jakarta dan Ditjen Dukcapil telah memberikan banyak manfaat bagi kami. Kami berharap dapat terus memperkuat hubungan ini dan menerima arahan mengenai perpanjangan perjanjian kerja sama," ujar Leonardo.
Leonardo mengatakan, BJJ mengakomodasi layanan perbankan digital atau e-banking termasuk untuk membuka rekening dengan menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD). "BJJ tidak mengandalkan layanan di kantor cabang tetapi bisa di mana saja. Oleh karena itu kerja sama dengan Ditjen Dukcapil sangat penting untuk melakukan e-KYC atau verifikasi dan validasi nasabah," kata Leonardo.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi, menyambut baik kedatangan manajemen Bank Jasa Jakarta dan mengapresiasi hubungan yang harmonis serta produktif yang telah terbina. "Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini yang telah berjalan dengan baik. Dukcapil siap memberikan dukungan penuh perpanjangan perjanjian kerja sama yang akan datang," kata Dirjen.
Dirjen Teguh menegaskan, Dukcapil berkomitmen terus memperkuat platform IKD agar dapat digunakan seluas-luasnya bagi layanan perbankan sekaligus meningkatkan keamanan transaksi perbankan.
IKD menyediakan sebuah platform yang mengintegrasikan data kependudukan dengan lembaga pelayanan publik termasuk perbankan. Dengan demikian, para nasabah memiliki akses yang lebih cepat dan efisien untuk membuka rekening, mengajukan pinjaman, atau melakukan transaksi keuangan lainnya.
"Kami sudah banyak berkolaborasi dengan perbankan Indonesia mendukung penggunaan IKD demi mempercepat pelayanan. Masyarakat dapat melakukan transaksi, misalnya membuka rekening dengan lebih mudah, cepat dan aman. Cuma 10 detik," jelas Teguh.
Dalam audiensi tersebut, kedua pihak membahas berbagai aspek perjanjian kerja sama, termasuk inovasi dan inisiatif baru yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan kepada masyarakat. Dialog berjalan dengan penuh keterbukaan mencerminkan komitmen kuat kedua belah pihak untuk mencapai tujuan bersama.
Sementara Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDKN) Muhammad Farid mengatakan, pihaknya mengikuti arahan Dirjen Dukcapil yakni melakukan percepatan pemanfaatan data kependudukan secara efektif.
“Dalam hal pemberian hak akses bagi pengguna, bila surat permohonan dan persyaratannya lengkap segera kami proses untuk disetujui. Kami mengikuti arahan Dirjen: Bila bisa dipermudah mengapa dipersulit," tegas Direktur Farid.
Farid menambahkan, pengguna yang telah diberikan hak akses, wajib menyampaikan data balikan dan laporan kepada Ditjen Dukcapil.
Ia pun menyampaikan, hingga saat ini sudah ada total PKS sebanyak 6.774 pengguna, terdiri dari lembaga pengguna pusat maupun daerah.
Acara audiensi diakhiri dengan foto bersama, menandai momen penting dalam upaya memperkuat sinergi antara Bank Jasa Jakarta dan Ditjen Dukcapil. Semua peserta audiensi berharap kerja sama ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan kedua institusi. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar