Jakarta - Kemerdekaan itu penting, tapi lebih penting lagi adalah merawat dan mengisi kemerdekaan. Agar Indonesia terus tumbuh, lebih tangguh, dan merdeka sepanjang abad, maka bangsa ini harus belajar banyak dari pengalaman negara lain.
Itulah inti pesan Dirjen Zudan Arif Fakrulloh pada arahannya saat membuka Lomba HUT RI ke-76 di lingkungan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Sabtu (21/8/2021). Lomba digelar secara virtual diikuti seluruh pegawai dari rumah masing-masing sesuai arahan protokol kesehatan.

Kepada para ASN, Dirjen Dukcapil mengingatkan bagaimana negara besar seperti Uni Soviet dan India Raya tercerai berai lantaran tidak mampu menjaga kemerdekaan dan bertikai antarsuku, agama, dan ras.
"Kita harus mampu mengisi, merawat kemerdekaan dan belajar dari negara lain yang dalam perkembangannya terpecah belah. Inggris melepaskan kendalinya atas India, kemudian India terpecah menjadi mayoritas Hindu dan Pakistan dengan mayoritas Islam. Pakistan pun demikian, karena perbedaan ras, Bangladesh memisahkan diri. Demikian pula Uni Soviet dari negara besar yang ditakuti terpecah menjadi negara-negara kecil di Eropa Timur. Begitulah negara kalau tidak dirawat bisa pecah, karena ada politik yang menunggangi," ujar Dirjen Zudan mulai memotivasi.
Selanjutnya, Dirjen Zudan mengajak aparatur Ditjen Dukcapil berbuat apa pun yang terbaik bisa dilakukan.
"Andai tidak bisa memberi jangan mengganggu, bila tidak bisa berkontribusi sudahlah diam saja, diam lebih baik. Sama ketika puasa, tidur bernilai ibadah kalau diniatkan agar tidak menambah dosa."
Konkret merawat kebangsaan merawat kemerdekaan bagaimana? Dirjen Zudan punya jawaban jitu. Sebagai ASN bekerjalah secara maksimal, yang terbaik bisa dilakukan.
"Konkretnya begini, ketika ada pekerjaan di meja kita kerjakan. Kalau bisa sekarang, kerjakan sekarang. Kalau bisa dengan skor 9, kita gapai nilai itu."
Zudan pun membuka wawasan bahwa di era open society, era disrupsi teknologi, memungkinkan segala bentuk informasi baik-buruk masuk ke pintu rumah.
"Maka beri informasi yang bermanfaat, informasi yang benar melalui semua link yang ada. Kalau tidak bisa berikan yang benar jangan memberikan yang salah," tandasnya.
Terkait ajang lomba HUT RI, Zudan--"Bapak bagi Pegawai Dukcapil"--menuntaskan wejangannya, meskipun melalui zoom ajang seperti ini penting terus dilazimkan.
"Sunnatullah manusia memerlukan kawan bergaul. Tidak mungkin bisa sendiri, kita perlu bertemu untuk dialog, bertatap sapa menemukan chemistry satu sama lain. Lomba ini bagian dari kontribusi dan upaya kita untuk hepi. Mengisi waktu berbuat kebaikan."
Lomba digelar selama 3 hari berturut-turut, Sabtu hari ini, Senin (23/8/2021) hingga penutupan dan pengumuman pemenang pada Selasa (24/8/2021).
Hari pertama berlangsung seru dan disertai komentar lucu pegawai di chat room, ketika para peserta mulai berlomba baca puisi "Aku" karya Chairil Anwar, dan karaoke lagu kebangsaan.
Terdapat lima cabang yang dilombakan, yaitu Lomba Baca Puisi, Menyanyi Karaoke Lagu Perjuangan, Lomba Pidato, Lomba Yel Yel dan Cerdas Cermat.
Semua lomba diikuti oleh perorangan putra-putri dan kelompok dari setiap komponen direktorat di Ditjen Dukcapil. Adapun bertindak sebagai juri adalah Dirjen dan seluruh Eselon 2 di Ditjen Dukcapil Kemendagri. Dukcapil***




Komentar
Komentar di nonaktifkan.