Jakarta – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat menggelar Webinar Obrolan Santai Kader Inspiratif (Obras Kain) PKK edisi ke-7 Tahun 2022 secara virtual.
Webinar ini merupakan edisi ke-7 di tahun 2022 dari Obras Kain PKK yang dikupas secara inspiratif dan bermanfaat dengan tema “Jualan Online: Bagaimana Memulainya?”.
Hadir sebagai narasumber Direktur Marketing PT Tatuis Cahaya Internasional (Tatuis) Mira Gartina Sumawijaya, dan dibuka oleh Ketua II Bidang Pendidikan & Peningkatan Ekonomi Keluarga Ninuk Triyanti Zudan serta dipandu Victor P. Polnaya, Wakil Ketua Pokja II TP PKK Pusat.
Diharapkan acara ini menjadi wadah silaturahmi, sarana diskusi dan bertukar pikiran antara para kader PKK dalam mengembangkan dan memasarkan hasil produksi mandiri mereka secara online.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Tim Penggerak PKK Ny. Tri Tito Karnavian pada yang diwakilkan Ketua II Bidang Pendidikan & Peningkatan Ekonomi Keluarga, Ninuk Triyanti Zudan menyampaikan, era Industri 5.0 yang sudah terbentang di depan mata, mengharuskan digitalisasi pasar yang lebih menyeluruh.
"Pandemi 2 tahun yang lalu memaksa kita melakukan digitalisasi dalam segala aspek termasuk untuk pelaku usaha. Memasuki era pasca pandemi ini, melakukan pemasaran produk secara online harus terus dilakukan,” kata Ninuk secara virtual, Kamis (14/7/2022).
Ninuk melanjutkan, PKK juga punya Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), Koperasi PKK, dan Toko PKK yang bergerak pada sektor usaha untuk mendukung peningkatan pendapatan keluarga dan ekonomi masyarakat.
"Ke depan tentu kita pun harus bertransformasi dan beradaptasi dengan era digitalisasi yang terjadi saat ini," kata Ninuk Zudan.
Sebagai narasumber Mira Gartina Sumawijaya memaparkan poin terpenting dalam jual beli online adalah “visual”. Sebab dalam transaksi jual beli online customer atau pembeli akan melihat tampilan barang berupa foto, gambar, ataupun tulisan yang menarik.
“Tantangan yang dilewatkan jika ingin berjualan online, untuk menghitung keuntungan tidak bisa hanya dalam satu barang, tetapi kita menghitung dalam satu bulan karena ada biaya-biaya lain yang harus di pertimbangkan untuk menarik traffic,” demikian Mira.
Komentar
Komentar di nonaktifkan.