Bandung - Jajaran Dinas Dukcapil Kota Bandung kini semakin tenang bekerja meningkatkan kualitas layanan administrasi kependudukan (Adminduk).
Menurut Kepala Dinas Dukcapil Kota Bandung Popong Warliati Nuraeni selama lima tahun terakhir pihaknya sudah menelurkan 16 inovasi layanan Adminduk.
"Kalau ada pemegang Suket masih belum terima KTP-el silahkan klik web disdukcapil.bandung.go.id. Di situ ada informasi pencetakan KTP-el bisa dilihat sudah tercetak atau belum. Kalau sudah tercetak bisa diambil di kecamatan masing-masing, bisa ambil di Mepeling (Memberikan Pelayanan Keliling), atau di gerai di Festival Citylink (FCL) mall, Bandung Trade Center(BTC), Metro Indah Mall (MIM) dan juga ada di gedung DPRD Kota Bandung," ujar Popong, Rabu (26/2/2020)
Popong mengungkapkan jumlah penduduk pemula wajib KTP-el yang belum merekam datanya tinggal 0,35 persen atau 6.258 orang dari yang wajib KTP-el sebanyak 1.811.700 orang.
"Ini yang kami dorong terus agar segera merekam data dan mencetak KTP-el nya. Begitu juga anak SMA yang berulang tahun hari ini, selain mendapat ucapan selamat ulang tahun juga akan diberikan KTP-el langsung oleh Bapak Wali Kota Bandung," ujar Popong.
Disdukcapil Kota Bandung juga sudah menjalin kerja sama pemanfaatan data kependudukan dengan 43 SKPD sekota Bandung. "Dari 43 ini yang sudah memanfaatkan Sistem Data Warehouse (DWH) terpusat Ditjen Dukcapil sebanyak 26 SKPD. Semua bisa dipantau dari Command Centre yang ada di Disdukcapil Kota Bandung. Yang teratas adalah PTSP dan Disdik Kota Bandung yang terbanyak mengakses data kami," kata Popong merinci.
Adapun sejumlah inovasi lainnya dari Disdukcapil Kota Bandung di antaranya e-SPASI (Elektronik Pendaftaran Antrian Via SMS) yang berhasil mengurangi secara drastis antrean yang biasanya mengular hingga ke jalan raya di kantor Disdukcapil Kota Bandung. "e-SPASI atas seizin Pak Sekda boleh direplikasi untuk digunakan di kab/kota yang antrean pemohon masih mengular," ucap Popong.
Kemudian ada e-Punten (Pendaftaran Penduduk Tidak Permanen secara elektronik) sehingga penduduk dari luar yang menetap di Kota Bandung wajib mengurus pindah datangnya secara online.
Selain itu ada program delivery service yaitu mengantar akta kelahiran, dan dokumen kependudukan lain. Program ini, masih kata Popong, sudah ada sejak tahun 2015 bekerja sama dengan PT Pos dan Giro.
Sekarang pelayanannya sudah One Day Service, bila dalam layanan ada gangguan mati lampu mati jaringan maka jaminan akan diantar ke rumah.
Disdukcapil Kota Bandung juga meluncurkan akta kelahiran Braille bagi penyandang tunanetra. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.