Jakarta - Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri, sepakat menandatangani berita acara serah terima dan penggunaan sementara atas aset Barang Milik Negara (BMN) di Kampus IPDN Cilandak, Jakarta.
Aset ini akan dimanfaatkan Ditjen Dukcapil untuk mendukung pembangunan Data Center, sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur pelayanan administrasi kependudukan secara nasional.
Penandatanganan dilakukan Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan IPDN, Bisri dan Sesditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam di Gedung C lantai 4 kantor bersama DItjen Bina Pemdes dan Ditjen Dukcapil, Jl. KH Guru Amin No. 19, Jakarta, Senin (30/6/2025).
Rektor IPDN Halilul Chairi dan Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi turut menyaksikan penandatanganan tersebut dengan didampingi Kepala Biro Keuangan dan Aset Kemendagri, Hendriawan serta Kepala Biro Umum Kemendagri Asmawa Tosepu. Hadir pula para pejabat pratama dari IPDN dan Ditjen Dukcapil antara lain Direktur IDKN Handayani Ningrum, Direktur IDKD Agus Irawan, serta Direktur Dafdukcapil Muhammad Farid.
Rektor IPDN Halilul Chairi dalam sambutannya menyatakan, aset milik negara sejatinya milik rakyat dan digunakan untuk kepentingan rakyat banyak. "Serah terima aset akan digunakan Ditjen Dukcapil sebagai pusat server data kependudukan. Untuk data center harus kita prioritaskan, bukan hanya utk IPDN, tetapi bangsa dan rakyat secara keseluruhan," tutur Rektor Halilul Chairi.
Ia berharap aset berupa tanah dan bangunan empat lantai di Kampus IPDN Cilandak, Jl. Ampera Raya, Jakarta, tersebut dapat sesegera mungkin dimanfaatkan dan direnovasi sesuai spesifikasi yang dibutuhkan untuk lokasi server data kependudukan.
"Silakan maksimalkan penggunaan gedung sesuai kebutuhan. Kami bersyukur bisa membantu Ditjen Dukcapil," pungkas Halilul.

Dirjen Dukcapil Teguh Setiabudi menyatakan momen penandatanganan serah terima aset sebagai pinjaman sementara merupakan momen yang ditunggu-tunggu. Sebab, kata Dirjen Teguh, Ditjen Dukcapil mengelola big data kependudukan sebanyak 285 juta penduduk by name by address.
"Data Center Dukcapil dinamikanya luar biasa berjumlah 285 juta penduduk by name by address yang setiap saat bertambah datanya melalui SIAK Terpusat. Apalagi data tersebut telah digunakan lebih dari 7.000 lembaga pengguna data. Untuk itulah Dukcapil berkomitmen menjaga keamanan aset data tersebut dengan membangun New Primary Data Center tersebut," tutur Dirjen Teguh.
Teguh menjelaskan, saat ini DUkcapil telah memiliki 3 data center yang ada di kantor Kemendagri di Kalibata dan kantor pusat Jl. Medan Merdeka Utara, keduanya di Jakarta. Dukcapil juga memiliki Data Recovery Center di Batam, Kepulauan Riau.
"Pak Menteri Dalam Negeri sudah setuju (pembangunan data center baru tersebut), dan berpesan jangan sampai data center tersebut mengalami masalah, karena risikonya dapat mengganggu pelayanan publik secara nasional," tegas Teguh.
Pada akhir sambutannya, Dirjen Dukcapil kembali menyatakan bersyukur dan memberikan apresiasi yang tinggi atas kebaikan jajaran IPDN Kemendagri. "Berkat IPDN kita sekarang punya gedung 4 lantai sebagai sarana pendukung. Kita akan bangun office juga dan kita maksimalkan seluruh fasilitas penunjang. Ini adalah legacy-nya Pak Rektor yang banyak men-support," pungkas Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar