Jakarta - Inovasi adalah ruh birokrasi. Dorongan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh menyandingkan semangat berinovasi dengan spirit membahagiakan masyarakat dengan layanan administrasi kependudukan, disambut antusiasme oleh jajaran Dinas Dukcapil di daerah. Mereka berlomba membangun aplikasi layanan online dokumen kependudukan.
Pada kesempatan Dukcapil Belajar Seri ke-3 yang digelar secara virtual, Jumat (12/11/2021), Kepala Dinas (Kadis) Dukcapil Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Rismaliza menyampaikan inovasi aplikasi Sagarurung Keli Salai. Giliran berikutnya, 566 peserta zoom Dukcapil Belajar menyimak paparan Kadis Dukcapil Kabupaten Kolaka Utara, Buhari dengan aplikasi Si Laku O2T.
Melalui aplikasi Sagarurung Keli Salai (Siaga Urusan Penting Kependudukan Melalui Aplikasi Sampai Selesai), warga kabupaten baru di Provinsi Sumatera Selatan hasil pemekaran dari Kabupaten Muara Enim ini dapat dilayani secara terintegrasi. Masyarakat yang hanya mengajukan satu berkas permohonan, langsung bisa mendapatkan tiga bahkan hingga tujuh dokumen kependudukan sekaligus melalui aplikasi WhatsApp.
"WhatsApp dipilih sebagai media alternatif karena dianggap menjadi platform informasi dan komunikasi yang sudah akrab digunakan masyarakat PALI," kata Kadis Rismaliza.
Menurut Risma, warga PALI tidak akan mengurus dokumen kependudukan jika tidak benar-benar mendesak. Sebab jarak beberapa wilayah menuju Disdukcapil PALI sangat jauh, memakan waktu perjalanan darat hingga 3 jam.
Risma menjelaskan, nama aplikasi Sagarurung Keli Salai terinspirasi nama makanan khas Kabupaten PALI. Dengan demikian, inovasi ini diharapkan dapat sangat familiar dan membahagiakan masyarakat setempat.
“Ketika dokumen yang dimohonkan secara online itu sudah selesai, pengantarannya kami tindak lanjuti melalui petugas kami di kecamatan untuk langsung mengantarkannya ke rumah warga,” imbuh Risma.
Kesempatan berikutnya giliran Kadis Buhari dari Disdukcapil Kabupaten Kolaka Utara memaparkan aplikasi Si Laku O2T atau Sistem Layanan Adminduk Kolaka Utara-Offline Online dan Terintegrasi.
Buhari mengatakan, inovasi Si Laku mendapat respons positif dari warga setempat. Sebab, selain seluruh layanan dapat dilakukan melalui media Whatsapp saja, dokumen kependudukan yang sudah jadi pun dapat diantarkan melalui kurir secara gratis.
.png)
“Salah satu rangkaian dari Si Laku ini, adalah pengantaran dokumen kependudukan oleh kurir yang biayanya ditanggung oleh APBD Kabupaten Kolaka Utara,” ujar Buhari.
Buhari menambahkan, layanan aplikasi Si Laku malah sudah mencakup hingga ke desa berkat dukungan Layanan Cetak Dokumen Adminduk (La Cedoka) di kantor Desa. Bahkan masyarakat makin bahagia, karena dokumen yang sudah selesai langsung diantar langsung hingga ke pintu rumah warga dengan Layanan Kurir (La Kurir).
"Tujuannya tentu saja memberikan kemudahan, mendekatkan pelayanan Adminduk kepada masyarakat. Kini hasilnya sudah mendekati target yang diharapkan. La Cedoka di kantor desa dan La Kurir dikirim ke rumah," kata Kadis Buhari. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.