Playen - Sebagian besar daerah Gunung Kidul di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikenal sebagai areal beriklim kering. Tanpa bantuan irigasi dan suplemen tanah, petani hanya bisa bertanam jagung sekali saja setahun.
Tapi siapa sangka di puncak kemarau panjang ini ternyata ada areal percobaan di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, yang ditumbuhi jagung dengan subur. Menjelang panen, pohonnya tumbuh tinggi, daunnya utuh hijau segar, serta jagungnya yang sudah gemuk berjuntaian. Padahal, di sekitarnya ada beberapa petani yang mencoba menanam jagung, namun tanaman jagungnya tampak merana.
Menurut Dr. Ir. Ai Dariah, Peneliti Utama dari Balai Penelitian Tanah (Balittanah) Kementerian Pertanian (Kementan) yang melakukan percobaan ini, jagung yang ditanam untuk percobaan merupakan varietas jagung hibrida yang sudah biasa ditanam petani, namun ada satu blok yang ditanami varietas unggul yaitu BIMA URI hasil breeding Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementan.
"URI merupakan singkatan 'Untuk Rakyat Indonesia' yang diluncurkan pada tahun 2013," jelas Dr. Ai Dariah yang juga istri dari Sekretaris Ditjen Dukcapil Kemendagri Dr. I Gede Suratha.
Selain diberi irigasi supplement pada lahan kering beriklim kering diperlukan tambahan pembenah yang mampu meningkatkan kemampuan tanah untuk menyimpan air. Sehingga air yang sudah sangat terbatas bisa digunakan secara efisien. "Bahan yang digunakan sebagai pembenah tanah pada percobaan ini adalah biochar (arang) sekam yang dicampur dengan kompos," jelas Ai yang membawa ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ditjen Dukcapil Kemendagri mampir sejenak di lokasi penelitian di Desa Bleberan, Playen, Kabupaten Gunung Kidul, DIY, Jumat (6/9/2019).
Kunjungan rombongan ibu-ibu DWP dan pegawai Ditjen Dukcapil yang dipimpin Ny. Ninuk Triyanti Zudan Arif Fakrulloh ini dalam rangka Field Trip Edukasi (FTE) mengunjungi demonstration plot (Demplot) pertanian sekaligus panen bersama di Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) DIY.
Menurut Ninuk Triyanti yang juga istri Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh, BBLM dipilih sebagai lokasi kegiatan lantaran balai yang dikepalai oleh Erlin Chaerlinatun ini adalah salah satu balai pelatihan yang terbaik di Indonesia. Kenyataannya, Kepala BBLM DIY Erlin Chaerlinatun adalah istri dari Andi Kriarmoni, Direktur Pencatatan Sipil di Ditjen Dukcapil.
Sesuai namanya kunjungan edukasi, maka agenda utama FTE ini adalah meninjau Demplot, menanam pohon serta panen bersama hasil kebun hidropnik di BBLM DIY.
"Kegiatan Field Trip Edukasi bukan sekadar jalan-jalan, tetapi agar anggota DWP Dukcapil mendapatkan pemahaman dan wawasan berbagai hal baru antara lain bercocok tanam hidroponik, bunga potong, beternak sapi, ayam petelur, hingga budidaya ikan lele," papar Ninuk.
Kembali soal jagung, menurut Ai Dariah yang pakar Edafologi, atau ilmu kesuburan tanah; petani yang terlibat dalam kegiatan percobaan ini menyatakan pada musim tanam yang akan datang ingin menanam varietas temuan Balitbangtan ini, karena jagungnya lebih besar dan tanamannya tumbuh lebih subur.
Partono (38) petani setempat yang melaksanakan penanaman uji coba ini menyatakan sudah meniru membuat campuran biochar dan kompos untuk menyuburkan tanahnya.
Setelah panen jagung, petani mau langsung menanam kembali lahannya dengan tanaman kacang hijau, karena melihat hasil percobaan tahun lalu, pada musim tanam ketiga (MT-3) tanaman kacang hijau masih mampu tumbuh dan berproduksi dengan baik.
Ai menambahkan, kegiatan penelitian ini masih dilakukan pada skala plot. "Untuk meyakinkan hasil penelitian pada skala plot, perlakuan terbaik akan diuji pada skala yang lebih luas (scaling up), yang selanjutnya bisa dimplementasikan petani secara mandiri," kata Ai Dariah. Dukcapil***
-----------------
Komentar
Komentar di nonaktifkan.