Padang — Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional, Handayani Ningrum, menegaskan pentingnya peran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) tingkat provinsi dan kabupaten/kota dalam mendukung digitalisasi program perlindungan sosial (Perlinsos).
Hal ini disampaikan dalam kunjungannya ke Dinas Dukcapil Provinsi Sumatera Barat, Kamis (2/10/2025), bertepatan dengan kegiatan Pelayanan Administrasi Kependudukan dalam rangka Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat ke-80.
Dalam dialog bersama para kepala Dinas Dukcapil kabupaten/kota se-Sumatera Barat, Handayani menyoroti urgensi aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai pintu masuk menuju integrasi data yang lebih akurat dan inklusif. “Digitalisasi Perlinsos tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan data kependudukan yang valid, mutakhir, dan terintegrasi. IKD adalah kunci untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” ujar Handayani Ningrum.
Handayani juga mengapresiasi semangat kolaborasi Dukcapil se Sumatera Barat dalam mendorong aktivasi IKD di tengah masyarakat. "Momentum Hari Jadi Provinsi menjadi kesempatan strategis untuk memperluas edukasi publik tentang manfaat IKD, sekaligus mempercepat transformasi layanan administrasi kependudukan yang berbasis digital," kata Ningrum.
Perempuan asli Solok ini memaparkan, Tim Dukcapil terus menginventarisasi data total peserta Program Keluarga Harapan (PKH) yang disasar untuk aktivasi untuk piloting Project Perlinsos di Banyuwangi, Jawa Timur, sebanyak 48.037 KK.
Ningrum menyebutkan, capaian nasional IKD yang baru sekitar 17 juta lebih akan terus menyasar kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). "Bagi yang tidak mempunyai handphone, atau hapenya tidak mendukung atau tidak support, maka mereka ini bisa didata menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada Kartu Keluarga. Bisa juga dengan KTP-el secara fisik untuk verifikasi dan validasi. Mereka juga bisa didata dengan face recognition atau melalui agen Perlinsos yang ditentukan Dinas Sosial di masing-masing kabupaten/kota," jelas Direktur Handayani Ningrum.
Dukcapil juga telah melalukan sosialisasi dan aktivasi IKD kepada Pendamping PKH, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Operator Desa/Kelurahan serta Petugas Dukcapil bekerja sama dengan Dinas Sosial di Kota Padang, Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Kupang dan Kota Makassar.
"Kerja sama dengan Dinsos di kabupaten/kota lainnya akan terus dilakukan untuk sosialisasi dan aktivasi IKD sampai dengan Desember 2025. Sehingga daerah lainnya di luar Banyuwangi sudah siap untuk dijadikan daerah percontohan di tahun depan," kata Handayani.

Kadis Dukcapil Sumbar Besri Rahmad, dalam kesempatan yang sama, menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mendukung program Perlinsos. “Kami siap menjadi garda terdepan dalam memastikan data kependudukan menjadi tulang punggung kebijakan sosial yang berkeadilan,” katanya.
Kegiatan pelayanan adminduk yang digelar di Disdukcapil Sumbar turut diramaikan oleh masyarakat yang antusias mengurus dokumen kependudukan dan mengaktifkan IKD. Selain itu, tersedia layanan konsultasi dan edukasi digitalisasi adminduk sebagai bagian dari upaya transformasi pelayanan publik yang inklusif dan adaptif terhadap era digital.
Dengan dukungan penuh dari jajaran Dukcapil, digitalisasi Perlinsos diharapkan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok rentan, secara lebih efisien dan transparan.
Dari 19 Dinas Dukcapil kabupaten/kota yang ada di Sumbar, hadir dalam acara di media center kantor Disdukcapil Sumbar tersebut sebanyak 12 kepala dinas. Mereka adalah Kadis Sumbar, Besri Rahmad; Kadis Dukcapil Kabupaten Solok, Ricky Carnova; Kadis Dukcapil Kabupaten Pesisir Selatan, Beriskhan; Kadis Dukcapil Kabupaten Dharmasraya, Ramilus; Kadis Dukcapil Kabupaten Limapuluh Kota, Wiradinanta; Kadis Dukcapil Kabupaten Tanah Datar, Agusril; Kadis Dukcapil Kabupaten Agam, Dedi Asmar; Kadis Dukcapil Kota Padang, Teddy Antonius; Kadis Dukcapil Kota Sawahlunto, Andy Rastika; Kadis Dukcapil Kota Payakumbuh, Wal Asri; Kadis Dukcapil Kota Bukittinggi, Emil Achir; dan Kadis Dukcapil Kota Solok, Ratnawati. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar