Jakarta - Kementerian PAN-RB menyelenggarakan Pemutakhiran Data Top Inovasi KIPP pada Web JIPPNas di Jakarta, Senin (26/8/2024). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Asisten Deputi Koordinasi dan Fasilitasi Strategi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik Kementerian PANRB Ajib Rakhmawanto.
Rapat ini dihadiri perwakilan dari berbagai kementerian/lembaga (K/L), pemerintah daerah (Pemda), dan BUMN dengan inovasi unggulan di tingkat nasional. Dari Ditjen Dukcapil hadir Gede Gusta Ardiyasa dari Direktorat Integrasi Data Kependudukan Nasional.
Ajib menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan agar seluruh inovasi yang ditampilkan di JIPPNAS (Jaringan Inovasi Pelayanan Publik Nasional) memiliki data berbagai inovasi pelayanan publik dari seluruh Indonesia. "Kita berharap membangun data yang lengkap, ada keseragaman dalam aspek yang dapat dipelajari, serta layak untuk dikonsumsi publik," kata Ajib.
JIPPNas merupakan hasil kerja sama antara Kementerian PAN-RB, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Lembaga Administrasi Negara (LAN). Tujuannya adalah untuk mempromosikan berbagai praktik baik di bidang pelayanan publik dan memastikan penyebarluasan inovasi tersebut ke seluruh penjuru negeri.
Dalam rapat tersebut, peserta diberi kesempatan memaparkan strategi penyebarluasan praktik baik pelayanan publik serta sosialisasi terkait penggunaan dan pemutakhiran data di JIPPNas. "Kami di Dukcapil sudah melakukan pengisian dan pemutakhiran data inovasi kami, termasuk inovasi dari Direktorat Integrasi Data Kependudukan Nasional, Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukab, dan Direktorat Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil," jelas Gede Gusta Ardiyasa mewakili Dukcapil.
Adapun pengisian JIPPNas mencakup latar belakang, tujuan, dampak, dan strategi keberlanjutan dari setiap inovasi.
Lima Top Inovasi yang dimiliki Ditjen Dukcapil yang masuk dalam JIPPNas yaitu, Si Juwita (Pemanfaatan Data Kependudukan Terintegrasi secara Online untuk Mewujudkan Single Identity Number); Juwita-NG: The Next Generation of Data Utilization in Public Services; Supertajam (Surat Pertanggungjawab Mutlak Sebagai Solusi dalam Pelayanan Penerbitan Akta Kelahiran); I-Pop (Indonesia’s Population and Civil Registration Map/Peta Kependudukan dan Pencatatan Sipil Indonesia); I-Pop-Expo (Indonesia’s Population dan Civil Registration Map for Data Exploration/Peta Kependudukan dan Pencatatan Sipil Indonesia untuk Eksplorasi Data) dan D-Sign (Digital Signature Dukcapil).
"Ke-5 Inovasi ini telah meraih Top 99 dan Top 45 Inovasi Nasional," kata Gusta.
Rapat menyepakati pengisian dan pemutakhiran data masih dapat dilakukan hingga akhir pekan ini, memberikan kesempatan bagi setiap perwakilan untuk menyempurnakan data yang telah diinput.
Gusta menyatakan, Ditjen Dukcapil siap untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak demi memperkuat inovasi pelayanan publik di Indonesia.
Dalam kesempatan lain, Plh. Direktur IDKN Mensuseno menjelaskan bahwa pemutakhiran data inovasi ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik di Indonesia.
"JIPPNas tidak hanya berfungsi sebagai repository data, tetapi juga sebagai piranti vital untuk mendorong adopsi inovasi yang efektif di seluruh negeri. Kami berkomitmen untuk memastikan semua data yang kami kelola di JIPPNas akurat dan terkini," tandas Mensuseno. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar