Jakarta - "Setiap kinerja saja tidaklah cukup, harus juga diberitakan." Begitulah kutipan Mendagri Tito Karnavian yang dibacakan oleh Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dalam membuka Bimbingan Teknis Pembuatan Berita dan Konten Publikasi pada lingkungan Ditjen Dukcapil, di Hotel Swiss-belresidences, Selasa (5/4/2022).
Dirjen Zudan mengungkapkan bahwa pemberitaan dan publikasi merupakan hal yang sangat penting dalam membangun presepsi publik.
"Banyak inovasi yang telah dilakukan Dukcapil namun masyarakat ridak mengetahuinya. Itulah pentingnya pemberitaan dan publikasi," jelas Zudan.
Zudan berujar bahwa kemampuan menulis tidak dapat seketika langsung hebat dalam sekali belajar. Menulis harus senantiasa diasah terus dengan sabar dan pantang menyerah.
"Tulis saja dulu, yang penting benar, datanya benar. Baru setelah itu kita perhatikan etika dan estetika penulisan," tutur Zudan mengarahkan.
Dalam penulisan berita, Zudan juga berpesan agar tulisannya dibaca berulang-ulang agar kesalahan kata dapat dikoreksi.
"Menulis itu seperti memetik mangga, setelah dipetik jangan langsung dimakan, diperam dulu agar getahnya hilang. Sama seperti menulis, setelah selesai jangan langsung diserahkan, kita baca berulang dulu, kita koreksi," pesan Zudan.
Direktur Pendaftaran Penduduk, David Yama juga mengungkapkan harapannya agar acara ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk seluruh peserta.
"Saya kira acara sangat bagus untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas penulisan berita dan publikasi teman-teman semua. Kekurangan yang kita miliki saat ini dapat semakin disempurnakan dengan Bimtek ini," ujar Yama yang juga sebagai Ketua Tim Media Ditjen Dukcapil.
Untuk diketahui, acara ini berlangsung 5-6 April 2022 dengan menghadirkan narasumber dari Kominfo dan dari kalangan profesional media swasta. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.