Lhoksukon — Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri menugaskan tim khusus untuk jemput bola pelayanan administrasi kependudukan ke Kabupaten Aceh Utara selama tiga hari pada 12–14 Januari 2025.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari percepatan pemulihan dan penguatan layanan adminduk bagi masyarakat terdampak, khususnya di tengah keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki daerah.
Tim Ditjen Dukcapil dipimpin oleh Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Muhammad Nuh Al Azhar dan didampingi sejumlah pejabat serta staf teknis, antara lain: Kasubdit SIAK Wahyu Widayat, Kasubdit Keamanan Informasi Mensuseno, Kepala Bagian Umum Bastian Jacob Seimahuira, Fungsional Ahli Madya Perencana Adel Trilius, Ketua Tim Teknis Tata Kelola TIK, H.Paturi, Kasubag Tata Usaha Pimpinan Dit. PIAK Angga Setiawan, Wakatim Bidang Identitas Penduduk Dit. Dafdukcapil Sesario Fernandes, tim teknis Ridwan Rasiman, dan Safrizal Fauzi.
Tim Jebol Adminduk Ditjen Dukcapil ini membawa peralatan operasional lengkap untuk mendukung layanan Adminduk di lapangan, antara lain: Sebanyak 2 set alat rekam; 1 unit printer Fargo; 1 unit card reader beserta SAM; 1 set power station; 1 set perangkat Starlink; 1 set solar panel; 2 unit printer kertas; 2 unit tinta printer ink; 2 unit ribbon; 1 unit film; 1 set cleaning kit; dan 8.000 keping blanko KTP-el.
Adapun peralatan operasional tersebut usai dipakai melayani masyarakat terdampak bencana akan dihibahkan kepada Dinas Dukcapil Kabupaten Aceh Utara sebagai bentuk bantuan dukungan berkelanjutan. Bantuan tersebut meliputi: 8.000 keping blanko KTP-el; 1 set power station; 1 set perangkat Starlink; 1 set solar panel; 1 set alat rekam cetak; 2 set printer kertas; 2 ribbon; 1 film; dan 1 set cleaning kit.
Direktur PIAK Muhammad Nuh Al Azhar menegaskan bahwa kehadiran tim Dukcapil di Aceh Utara bukan sekadar membawa peralatan, tetapi juga memastikan layanan publik, wabil khusus di bidang administrasi kependudukan dapat segera pulih. "Kami hadir untuk memastikan masyarakat Aceh Utara tetap mendapatkan hak administrasi kependudukan mereka. Dengan dukungan perangkat ini, layanan perekaman dan pencetakan dokumen kependudukan bisa kembali berjalan meski dalam kondisi keterbatasan infrastruktur,” ujar Muhammad Nuh, Senin (12/1/2026).
Dihubungi secara terpisah, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyampaikan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung daerah terdampak bencana yang belum pulih pelayanan publiknya seperti sedia kala. “Dukcapil selalu hadir di garis depan untuk melayani masyarakat. Penugasan tim ke Aceh Utara adalah wujud nyata bahwa negara tidak pernah absen dalam menjamin hak identitas setiap warga, sekalipun di tengah keterbatasan sarana dan prasarana,” tegas Teguh Setyabudi.
Dengan adanya dukungan ini, kapasitas layanan Disdukcapil Aceh Utara diharapkan semakin kuat, terutama dalam menghadapi keterbatasan infrastruktur kelistrikan dan jaringan. Ditjen Dukcapil menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan layanan serta memastikan hak administrasi kependudukan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar