Bogor – Penyusunan statistik hayati yang akurat dan lengkap, merupakan langkah penting meningkatkan kualitas data kependudukan di Indonesia. Untuk keperluan inilah berbagai kementerian dan lembaga berkumpul di Hotel Santika Bogor sejak Kamis (10/10/2024 hingga Jumat (11/10/2024).
Rapat membahas finalisasi laporan Statistik Hayati Indonesia Periode 2019-2023 sebagaimana diamanatkan Perpres No. 62 Tahun 2019 tentang Strategi Nasional Percepatan Administrasi Kependudukan untuk Pengembangan Statistik Hayati (Stranas AKPSH).
Pertemuan ini dipimpin Direktur Kependudukan dan Jaminan Sosial Bappenas, Muhammad Cholifihani, dan dihadiri perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Kesehatan, serta sejumlah mitra pembangunan seperti UNICEF, WHO, dan Vital Strategies.
Direktur Cholifihani menyampaikan, Bappenas menampung semua masukan dari para Eselon II yang tergabung dalam Tim Produksi Statistik Hayati. "Laporan ini harus memiliki narasi yang tepat dan jelas untuk memastikan data yang disajikan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan," kata Muhammad Cholifihani.
Ia juga menekankan pentingnya komitmen bersama antar-kementerian untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Di tempat yang sama, Direktur PIAK Ditjen Dukcapil, Handayani Ningrum, juga memberikan laporan mengenai perkembangan koordinasi internal di Ditjen Dukcapil. "Kami telah berkoordinasi internal pada 2 Oktober 2024 untuk membahas finalisasi laporan statistik hayati. Tim Dukcapil akan terus mengikuti perkembangan laporan ini, dan setiap masukan dari kementerian/lembaga lain akan kami tindaklanjuti," tandas Handayani.
Ia juga menyampaikan, pihak Dukcapil akan lebih memaksimalkan segala sumber daya yang ada untuk mendukung peluncuran laporan tersebut.
Di sisi lain, akademisi dari Universitas Airlangga, Lutfi Agus Salim, memberikan masukan terkait penyempurnaan laporan. "Kami menemukan beberapa kesalahan penulisan, seperti typo dan ketidaksesuaian penggunaan huruf besar-kecil. Namun, dari segi pengolahan data, laporan ini sudah cukup baik. Kami siap mendukung perbaikan kecil untuk menyempurnakan laporan statistik hayati ini," cetusnya.
Rapat ini menyimpulkan, final draft laporan Statistik Hayati Indonesia 2019-2023 telah selesai. Peluncuran resmi laporan tersebut dijadwalkan pada 17 Oktober 2024, dengan mengundang Unit Eselon 1 dari Bappenas, Ditjen Dukcapil Kemendagri, BPS, dan Kementerian Kesehatan.
Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan statistik hayati yang akurat dan tepat waktu, sebagai fondasi untuk perencanaan pembangunan nasional.
Pada kesempatan lain, Plh. Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDKN), Mensuseno, menambahkan, peluncuran statistik hayati ini merupakan langkah penting untuk mempercepat pengembangan data kependudukan yang lebih akurat dan bermanfaat.
"Peluncuran statistik hayati akan menjadi landasan penting untuk mendukung perencanaan pembangunan yang berbasis data kependudukan yang akurat. Data yang lengkap dan tepat waktu sangat diperlukan untuk memastikan kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar menyasar kebutuhan masyarakat," jelas Mensuseno.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antar-lembaga demi mewujudkan target ini. "Keberhasilan pengembangan statistik hayati ini tidak terlepas dari komitmen kuat yang ditunjukkan oleh Bappenas, Ditjen Dukcapil, BPS, Kementerian Kesehatan, serta mitra pembangunan lainnya. Ini adalah contoh sinergi yang baik antara pemerintah dan para pemangku kepentingan," lanjutnya.
Mensuseno berharap, melalui peluncuran laporan ini masyarakat juga akan melihat bagaimana pentingnya statistik hayati dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk layanan kesehatan dan perlindungan sosial. "Kami berharap laporan ini dapat menjadi referensi yang solid untuk berbagai program pembangunan yang lebih terfokus dan berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat," tutup Mensuseno. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar