Kota Bekasi — Ditjen Dukcapil senantiasi berupaya memberikan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan mudah diakses, sekaligus mendukung percepatan penerapan identitas kependudukan digital di Kota Bekasi.
Menurut Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Muhammad Nuh Al Azhar, pelayanan jemput bola dalam administrasi kependudukan oleh Ditjen Dukcapil berakar pada prinsip proaktif, inklusif, dan humanis. "Ini bukan sekadar strategi teknis, tapi cerminan dari semangat negara hadir langsung di tengah masyarakat—terutama mereka yang rentan, terpinggirkan, atau sulit mengakses layanan formal," kata Direktur Nuh di lokasi layanan di wilayah RT 03 RW 12, Kelurahan Jatisari, Kota Bekasi, Munggu (14/9/2025).
Direktur Nuh mengaku pihaknya diundang sejumlah masyarakat setempat agar Tim Ditjen Dukcapil dapat turun langsung melayani dokumen kependudukan yang dibutuhkan warga.
Layanan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan.
Secara keseluruhan, terdapat 105 layanan yang berhasil diberikan kepada masyarakat. Jumlah itu terdiri sebanyak 31 warga melakukan penggantian foto pada KTP-el, 26 warga mengurus cetak ulang KTP-el yang hilang atau rusak, 2 warga melakukan perekaman data biometrik baru,
serta 46 warga mengikuti aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Dalam jemput bola, kata Nuh, itu negara yang mendekat, bukan menunggu. "Jemput bola menolak paradigma birokrasi pasif. Dukcapil turun langsung ke lingkungan RT/RW, bahkan ke rumah-rumah warga, untuk memastikan hak identitas mereka terpenuhi," tandas Nuh.
Warga setempat, Nurhadi menyatakan sangat berterima kasih dengan petugas Ditjen Dukcapil yang mendatangi langsung warga untuk mengaktivasi IKD dan melayani kebutuhan dokumen kependudukan lainnya. "Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut sehingga seluruh penduduk Kota Bekasi khususnya bisa terlayani aktivasi IKD maupun berbagai dokumen kependudukan yang diperlukan," kata Nurhadi.
Dalam berbagai kesempatan, Dirjen Dukcapil juga sangat menyambut baik kegiatan jemput bola layanan adminduk.
"Kehadiran langsung tim jemput bola di komunitas lokal menciptakan kepercayaan, memperkuat literasi adminduk, dan membuka ruang dialog dua arah. Ini bentuk transformasi pelayanan publik, dari yang dulu kaku dan berjarak, kini menjadi luwes, adaptif, dan berbasis empati," demikian Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar