Kendari - Apa kaitan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dengan Korpri? Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional Prof. Zudan Arif Fakrulloh menyebutkan rahasianya.
Menurut Zudan, Korpri punya anggota 4,2 juta ASN yang di dalamnya berperan sebagai suami atau istri. Jika keduanya ditambahkan menghasilkan populasi 8,4 juta.
Tentu saja populasi adalah peluang pasar bagi produk industri kerajinan rumah tangga lokal.
Zudan pun mencermati bagaimana produktivitas Dekranasda Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang turut mendukung acara MTQ V Nasional Korpri di Bumi Anoa itu.
"Bagaimana produksi industri kerajinan di Sultra bisa sampai sampai ke tangan pengguna/kosumen. Di titik tengah ini Dekranasda Provinsi Sultra bisa mengambil peran yang sangat penting," kata Zudan yang mendapatkan kehormatan membuka Rakerda Dekranasda Sultra di bawah kepemimpinan Ibu Sekda Nur Endang Abbas, di Kendari, Senin (15/11/2021).
Zudan memberikan inspirasi agar Pemprov ikut menyiapkan regulasi yang sehat agar industri kerajinan daerah mampu berkembang dengan baik.
Zudan menyontohkan bagaimana Pemprov Bali mewajibkan ASN berpakaian adat daerah pada hari tertentu.
"Produksi kerajinan rakyat langsung tumbuh. Jadi kita perlu membangun ekosistem untuk membangun dan menumbuhkan industri lokal," ulas Zudan.
Ekosistem itu, kata Zudan lebih lanjut, harus dirawat terus dikembangkan. Misalnya, merambah industri perajin makanan khas daerah.
"Ini intinya adalah kolaborasi bekerja bersama sebagai tim. Di dalamnya pemda ikut mendukung. Ini akan menjadikan Provinsi Sultra maju bersama," kata Zudan.
Satu hal yang tak kalah penting, sambung Zudan, perlu dicermati problem cicilan bank bulanan. Di kalangan industri kecil yang belum tentu penghasilan didapat saban bulan.
"Bisa tidak bank memberikan skema khusus, misalnya cicilannya tiap dua bulanan," kata Zudan.
Ketua Dekranasda Sultra yang juga Sekda Prov Sultra Nur Endang Abbas menyambut baik buah pikiran Ketum Korpri Zudan Arif Fakrulloh tadi.
"Terima kasih banyak masukannya, Prof. Semoga bisa makin meningkatkan daya saing produk kerajinan menuju Sultra sejahtera," katanya. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.