Jakarta - Peringatan puncak HUT Korpri ke-49 pada 29 November 2020 dilaksanakan secara sederhana, menggelar acara berdoa bersama lintas agama dan kepercayaan secara daring.
"Korpri ingin bersama pemerintah melakukan pencegahan penularan Covid-19. Sebab kami sadar betul Covid-19 menyebar karena adanya kerumunan massa. Kalau ada upacara yang mengumpulkan massa secara massif di seluruh Indonesia, maka potensi terjadinya kluster penularan baru akan terjadi," kata Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) Prof. Zudan Arif Fakrulloh pada wartawan usai Peringatan Puncak HUT Korpri ke-49 dengan Doa Bersama Untuk Bangsa, di kantor pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Minggu (29/11/2020).
Oleh karena itu, kata Prof. Zudan, Korpri memutuskan acara HUT Korpri dilakukan secara online melalui aplikasi Zoom dan live streaming di situs berbagi video Youtube. Perhelatan doa bersama lintas iman ini berlangsung khusyuk dan khidmat sesuai dengan tuntunan iman yang dianut ASN, terdiri enam agama dan satu kepercayaan.
Doa bersama disampaikan secara taping oleh pemuka agama Budha, Hindu, Konghuchu, Kristen Protestan, Katolik, Penganut Kepercayaan, serta doa secara Islam yang disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi.
Respons para ASN pun sangat antusias. Selain digelar di kantor Pusat BPJS Kesehatan dengan protokol kesehatan yang ketat juga diikuti sekitar 1.000 peserta lewat aplikasi Zoom, dan sekitar 40 ribu viewer melalui live streaming Youtube.
"Doa bersama yang disiarkan secara zoom dan live streaming di Youtube diikuti oleh lebih dari 40 ribu ASN hingga tingkat kecamatan dari Aceh sampai Papua, dari Pulau Rote hingga Mianggas," kata Prof. Zudan Ketum Korpri.
Untuk para ASN yang bekerja melayani publik di masa pandemi, Zudan menegaskan, agar terlebih dahulu fokus pada keselamatan diri pribadi dari penularan Covid-19.
"Jaga kesehatan karena kita harus tetap melayani masyarakat dalam kondisi apapun, yaitu kondisi normal maupun kondisi yang extra ordinary seperti pandemi yang kita hadapi sekarang," kata Zudan.
Utamakan kesehatan dan keselamatan serta ikhlas dalam melayani dan mengikuti protokol kesehatan. "Itulah harapan terbesar dari kami pengurus DPKN, agar semuanya tetap solid dan kompak untuk NKRI yang kita cintai bersama," tukas Zudan.
Terkait dengan Pilkada Serentak, Zudan yang juga Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri mengaku sedang berkonsentrasi untuk menyelamatkan hak pilih masyarakat.
"Agar semua masyarakat yang memiliki hak pilih bisa terselamatkan, dalam arti bisa memiliki KTP. Jumlah perekaman sudah mencapai 99,12 persen. Inilah rekor perekaman KTP-el tertinggi dalam pilkada selama 4 tahun terakhir, Makanya kita berharap partisipasi pemilih juga tinggi," ulas Zudan.
Dirjen Dukcapil ini berharap masyarakat yang sudah memiliki hak pilih dan memiliki KTP-el agar datang ke TPS pada 9 Desember 2020.
"Ayo datang ke TPS dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebab Pilkada Serentak harus sukses, dan kesehatan masyarakat juga harus terjaga. Jadi siapa pun harus dengan protokol kesehatan saat ke TPS. Mudah-mudahan tidak ada cuaca ekstrem, tidak ada hujan deras dan banjir. Namun saya kira pihak KPU sudah mengantisipasi semuanya dengan baik," kata Prof. Zudan Arif Fakrulloh, Ketum Korpri sekaligus Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.