Bandung - Antusiasme warga kampus di Kota Bandung seolah tak terbendung lagi untuk mengaktivasi aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) atau Digital ID. Suasana itu terlihat dalam perhelatan Dukcapil Goes to Campus yang diselenggarakan Ditjen Dukcapil Kemendagri didukung Dinas Dukcapil Jawa Barat beserta Dinas Dukcapil se-Jawa Barat.
Ribuan mahasiswa UPI memadati berbagai lokasi jemput bola pelayanan itu di Kampus UPI, Jl. Dr. Setiabudi, Bandung, Kamis (30/3/2023). Rektor UPI Prof Solehuddin begitu bersemangat dengan menyediakan 9 lokasi pelayanan.
Dengan disupport Tim Ditjen Dukcapil Pusat dan Dukcapil Provinsi diterjunkan tak kurang 54 petugas. Suasana yang hampir sama juga terjadi di Landmark Tower, Kampus Telkom University, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Sejak pagi hari para mahasiswa dan dosen ramai mendatangi meja-meja pelayanan.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada Tim Dukcapil yang pada kesempatan ini telah datang ke UPI. Alhamdulillah kami antusias sekali untuk ikut serta mendigitalisasi data kependudukan kita, mengontrol data kependudukan kita secara benar, pasti dan akurat. Terima kasih kepada Dukcapil, kami tunggu inovasi-inovasi ke depannya. Semoga IKD ini menjadi sarana kita sebagai bangsa Indonesia lebih maju lagi, In syaa Allah," kata Mumuh Muhammad salah satu Dosen di UPI.
Menurut Ahmad Ridwan Koordinator Tim GISA Ditjen Dukcapil Kemendagri dan Ketua Tim IT Direktorat PIAK H. Paturi, sampai hari ketiga Jumat pukul 16.00 sore, jemput bola Dukcapil Goes to Campus di UPI dan Telkom University secara total berhasil mengaktivasi IKD sebanyak 10.276 pemohon. Jumlah itu terdiri aktivasi IKD di Telkom University sebanyak 1.136 pemohon, dan kampus UPI sebanyak 9.140 pemohon.
Wakil Rektor Telkom University Lia Yuldinawati PhD menyatakan, IKD terobosan yang sangat penting di era digital. "Civitas akademika TEL-U harus mendigitalkan identitasnya agar lebih memudahkan, efektif dan efisien pelayanan publik dimanapun," Lia dalam sambutannya pada saat pembukaan acara, Rabu (29/3/2023).
"Saya yakin dengan aktivasi KTP digital dari Ditjen Dukcapil kita semua bersama-sama mengoptimalkan akses pelayanan publik, pendidikan, dan kesejahteraan dalam masyarakat. Saya berharap agar IKD ini dijadikan sebagai tools untuk membangun negeri kita dengan lebih baik dan lebih maju," tambah Lia mewakili Rektor Telkom University Prof. Adiwijaya yang berhalangan hadir.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana dalam kesempatan itu menyatakan, sangat setuju dengan digitalisasi KTP ini, untuk menertibkan tata kelola data di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sekaligus meng-update data kependudukan masyarakat.
"Karena bagaimanapun ukuran keberhasilan pelayanan pemda dilihat dari angka-angka pencapaian penyelesaian permasalahan di masyarakat, seperti penanggulangan kemiskinan ekstrim, masalah stunting, dan lainnya. Harapannya dengan data kependudukan melalui IKD kita bisa melakukan perencanaan dengan lebih akurat dan tervalidasi dengan data Dukcapil," kata Sekda Cakra Amiyana.

Sementara Sesditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam berkenan mewakili Dirjen Teguh Setyabudi yang sempat hadir di Telkom University namun mendadak harus segera pulang ke Jakarta untuk rapat dengan Komisi II DPR RI.
"Dukcapil ingin memasifkan sosialisasi pentingnya penggunaan IKD untuk lebih memudahkan pelayanan publik dan penggunaan dalam kehidupan sehari-hari," kata Sesditjen Hani Syopiar Rustam.
Hani pun menyatakan pihaknya terus mengembangkan aplikasi IKD termasuk agar bisa digunakan di smartphone versi iOS. "Semoga dalam bulan April sudah bisa digunakan," ujarnya seraya menyampaikan harapan Dirjen Teguh Setyabudi agar Telkom University dapat memanfaatkan kegiatan Dukcapil Goes to Campus ini dengan sebaik-baiknya dalam menerapkan IKD. Dukcapil***

Komentar
Komentar di nonaktifkan.