Batam — Upaya peningkatan kualitas dan jangkauan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) terus dilakukan oleh Dinas Dukcapil di berbagai daerah. Salah satunya terlihat di Dinas Dukcapil Kota Batam, Kepulauan Riau, yang pada Selasa (21/10/2025) menerima kunjungan kerja Direktur PIAK Ditjen Dukcapil, Muhammad Nuh Al Azhar.
Dalam kunjungannya, Direktur Nuh disambut oleh Kadis Dukcapil Kota Batam, Yusfa Hendri, beserta jajaran. Rombongan langsung meninjau pelaksanaan layanan Adminduk serta berdialog dengan masyarakat yang sedang mengurus dokumen kependudukan.
“Saya mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dijalankan Disdukcapil Batam. Termasuk rencana pengembangan kantor untuk meningkatkan kualitas pelayanan terbaik bagi warga Batam,” ujar Direktur Nuh.
Disdukcapil Batam saat ini mengoperasikan 17 loket layanan, mencakup pengurusan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil. Hingga September 2025, lebih dari 216 ribu dokumen adminduk telah diterbitkan, mulai dari KTP-el, akta kelahiran, akta perkawinan, hingga surat pindah penduduk.
Dalam kesempatan tersebut, Nuh juga menyoroti pemanfaatan layanan digital melalui aplikasi LAKSE (Layanan Administrasi Kependudukan Secara Elektronik) yang memungkinkan masyarakat mengurus dokumen kependudukan secara daring.
Adapun capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Batam telah mencapai 55.764 pengguna atau 5,79 persen dari total penduduk. Kecamatan Sagulung dan Batam Kota menjadi wilayah dengan persentase aktivasi tertinggi.
“Saya minta Pak Kadis juga mengajak masyarakat yang datang mengurus dokumen sekalian mengaktivasi IKD di ponselnya,” pesan Nuh kepada Kadis Yusfa Hendri.
Beberapa program unggulan Disdukcapil Kota Batam yang menjadi perhatian Direktur PIAK antara lain:
- PERAKIT (Perekaman Orang Sakit): Layanan jemput bola bagi warga yang sedang sakit.
- JERAMBA (Jemput Rekaman Anak Muda Batam): Perekaman KTP-el bagi pelajar dan mahasiswa.
- LADE KATAM (Pelayanan Barcode Dukcapil Batam): Sistem pendaftaran layanan dengan QR Code untuk mempercepat antrean.
- 8 PELANDUK: Delapan layanan Adminduk yang tersedia langsung di tingkat kecamatan, termasuk KK, KTP-el, akta kelahiran, dan akta kematian.
Menurut Nuh, inovasi merupakan roh dari pelayanan publik. “Ruhnya pelayanan publik itu adalah inovasi. Tanpa inovasi, pelayanan akan stagnan dan kaku. Saya berterima kasih kepada rekan-rekan Disdukcapil Batam yang terus berinovasi agar layanan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar perwira tinggi kepolisian berpangkat Brigjen Pol ini.
Sementara itu, Kadis Yusfa Hendri menjelaskan bahwa jumlah penduduk Kota Batam mencapai 1.365.266 jiwa, dengan 952.690 jiwa telah melakukan perekaman KTP-el. Ia menambahkan, Disdukcapil Batam juga aktif membangun sinergi dengan berbagai instansi, seperti RSUD, Inspektorat, Dinas Pendidikan, dan Dinas Koperasi.
“Dengan sektor swasta kami bekerja sama melalui program Kartu Identitas Anak (KIA) yang terintegrasi dengan sejumlah tempat wisata dan perusahaan lokal,” ujar Yusfa.
Dalam konteks pengembangan digital, Direktur Nuh menegaskan bahwa aplikasi IKD adalah wajah depan (front-end) dari Dukcapil. Ia mencontohkan implementasi IKD dalam program Perlinsos (Perlindungan Sosial) yang sedang diujicobakan di Banyuwangi, serta fitur kategorisasi Orang Asli Papua (OAP) yang akan diterapkan di wilayah Papua.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran pelayanan, Direktur Nuh menyerahkan 2.000 keping blanko KTP-el kepada Disdukcapil Batam. “Ini dukungan dari pusat untuk memperlancar layanan Adminduk di Kota Batam,” ujarnya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri dalam mendorong terwujudnya pelayanan Adminduk yang inovatif, inklusif, dan berbasis digital.
Direktur Nuh menilai, Disdukcapil Kota Batam telah menunjukkan langkah nyata menuju pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akurat, sejalan dengan semangat transformasi digital tata kelola kependudukan nasional. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar