Jakarta – Direktur Bina Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Andi Kriarmoni menjadi pembuka acara Dukcapil Menyapa Masyarakat (DMM) pada Sabtu (12/2/22) dengan tema “Pentingnya mengurus dan Memanfaatkan Kartu Identitas Anak (KIA)”.
“Tema DMM kali ini adalah KIA yang merupakan suatu dari bagian dokumen kependudukan. KIA juga merupakan salah satu target Penilaian Kinerja (PK) dari masing-masing Kepala Dinas dukcapil di daerah,” kata Andi pada pembukaan acara tersebut.
Andi menambahkan DMM pekan ini, sudah mencapai sesi 10. Artinya sudah 10 minggu, dan pada kesempatan kali ini DMM menghadirkan narasumber dari Direktur Pendaftaran Penduduk (Dafduk) yaitu David Yama untuk memberikan paparan terkait KIA.
Yama sapaan Direktur Dafduk itu mengatakan terbitnya Permendagri No. 2 Tahun 2016 tentang KIA menjadi bentuk KIA menjadi sama untuk setiap daerah di Indonesia.
"Kita per akhir Desember 2021 sudah mempunyai sejumlah 32.259.557 atau sekitar 42,61 persen dari seluruh anak di Indonesia yang berumur 0-17 tahun kurang 1 hari sudah mempunyai KIA," kata Direktur Yama.
Yama juga menyampaikan bahwa progres daerah penerapan KIA setiap tahun grafiknya meningkat. "Tetapi masih perlu disosialisasikan, karena masih banyaknya masyarakat dan Dinas Dukcapil kabupaten kota yang belum memahami pemanfaatan dan mengurus KIA," kata Yama.
Namun, target nasional dalam penerapan KIA tahun 2022 pada bulan Maret ini sudah melampaui target yaitu 43 persen. "Harapannya di akhir tahun 2022 bisa mencapai 75 persen," tambah Yama.
Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh mengimbau kepada masyarakat yang akan mengurus KIA agar memenuhi persyaratan dan memahami aturan sesuai substansi yang telah diatur. "Setelah dokumen kependudukan terbit, masyarakat diminta untuk mengecek kembali, karena Dukcapil sudah melakukan layanan terintegrasi dengan beberapa lembaga sebagai salah satu wujud dari satu data kependudukan."
Zudan menegaskan kepada seluruh Dinas Dukcapil daerah agar tidak menambah persyaratan tambahan.
“Harapan kami adalah semangat melayani, memberi kemudahan dan pelayanan cepat dan ujungnya memberikan pelayanan yang membahagiakan masyarakat,” tegas Zudan. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.