Jakarta - Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri sangat mendukung aksi Vaksinasi Sinergi Sehat demi mengakselerasi program vaksinasi Covid-19 kepada 208,5 juta penduduk sasaran vaksinasi, dan sekitar 416 juta dosis vaksin.
Hal itu sesuai arahan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian kepada Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh agar membantu penuh aplikasi terkait vaksinasi seperti Pedulilindungi, PCare, serta integrasi data NIK untuk penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
Maka ketika Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) meminta kesediaan Dukcapil untuk memperpanjang masa pelayanan di Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat, Dirjen Zudan langsung menyetujui.
Apalagi kehadiran Tim Pelayanan GISA NIK yang membantu pelayanan jemput bola di lokasi kegiatan dirasakan besar manfaatnya oleh masyarakat. Data NIK peserta vaksin pun bisa langsung diinput ke aplikasi PCare dan Pedulilindungi.
“Sampai dengan Rabu sore, 1 September 2021, Tim Pelayanan GISA NIK jemput bola melaporkan kepada saya sebanyak 405 orang yang telah memanfaatkan kehadiran Tim Dukcapil. Mereka dilayani vaksin sekaligus mengurus KTP atau NIK yang bermasalah. Karena kehadiran Tim Dukcapil dirasakan besar manfaatnya saya menyetujui ketika Iluni UI meminta kesediaan Dukcapil untuk memperpanjang masa pelayanan," kata Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh.
Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat digelar Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) bersama Asosiasi Rumah Sakit Vertikal Indonesia (ARVI), dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo didukung Media Grup di The Media Hotel & Towers, Jakarta Pusat. Kegiatan ini berlangsung sejak 22 Juli hingga 17 September 2021.
Untuk memudahkan warga yang ingin divaksin namun belum memiliki NIK atau NIK-nya bermasalah, Ditjen Dukcapil Kemendagri dan Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta menurunkan Tim GISA NIK jemput bola (jebol) ke lokasi. Layanan adminduk yang sedianya diadakan selama empat hari hingga Jumat, 27 Agustus 2021, itu diperpanjang hingga Jumat, 3 September 2021.
Menurut Dirjen Zudan, layanan yang diberikan meliputi cek biometrik, rekam baru, cetak KTP-el karena rusak dan hilang, serta perubahan data dan NIK tidak ditemukan. Sejumlah penyandang disabilitas serta warga dari komunitas pemulung dan tunawisma, yang tidak atau belum memiliki NIK, sangat terbantu hingga dapat divaksinasi.
Menurut Direktur Pendaftaran Penduduk David Yama, sebaiknya calon peserta vaksinasi dengan NIK bermasalah, mendaftar sehari sebelumnya agar Tim Dukcapil dapat melakukan tracing dan pemadanan data lebih dulu.
"Tentunya hal ini akan dapat menghemat waktu untuk mendapatkan data yang akurat," kata David Yama.
David Yama pun mengharapkan WNA yang sudah memiliki surat keterangan tempat tinggal (SKTT) atau pemegang KITAS (kartu izin tinggal sementara) dan WNA pemegang kartu izin tinggal sementara (KITAP) yang sudah memiliki KTP-el bisa ikut program Vaksinasi Sinergi Sehat ini.
"WNA yang datang cukup membawa SKTT pagi pemegang KITAS atau KTP-el berstatus WNA pemegang KITAP," kata David Yama. Dukcapil***


Komentar
Komentar di nonaktifkan.