Waerebo - Pemerintah pusat dalam hal ini Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) mengunjungi Kampung Waerebo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kunjungan pelayanan di kampung yang dijuluki 'negeri di atas awan' ini mengusung misi tertinggi dalam bernegara yaitu membahagiakan masyarakat di mana pun mereka berada.
Hal itu disampaikan oleh Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh, kala menyapa warga Kampung Waerebo di Rumah Gendang yang merupakan rumah adat utama Kampung Waerebo, Jumat (12/07/2019).
"Kami datang tidak melihat berapa jumlah penduduknya. Dari daerah mana pun, menjadi kewajiban pemerintah untuk mendatangi," ujarnya.
Tidak heran, kampung yang berada 1.100 meter di atas permukaan laut pun didatanginya. Menembus hutan, mendaki gunung, tidak menjadi hambatan bagi pegawai Dukcapil.
"Waerebo Kabupaten Manggarai Provinsi NTT, Kampung di Atas Awan. 1.100 m di atas permukaan laut. Dua jam dengan pesawat dari Jakarta, 4 jam naik mobil dari Labuhan Bajo, dan 2 jam 30 menit berjalan kaki menembus hutan," ujarnya bercerita.
Kendati begitu, lelah letih perjalanan langsung terbayar lunas saat menemukan keramahan tulus masyarakat dan alam yang indah mempesona.
Kunjungan semacam ini, menurut Zudan, merupakan bagian dari penerapan paradigma pelayanan publik yang berubah. Kini pemerintah dituntut lebih aktif untuk mendatangi masyarakat hingga ke depan pintu rumahnya.
"Semangatnya, tidak lagi masyarakat saja yang aktif mendatangi kantor layanan publik. Pemerintah juga aktif jemput bola menyediakan layanan kesehatan, pendidikan, hingga yang menjadi tugas saya yaitu administrasi kependudukan," jelasnya.
"Kami memberikan KTP-el, KIA, Akta Perkawinan, Akta Kelahiran dan Akta Kematian. Bayangkan kalau Bapak dan Ibu harus membuat (KTP-el) ke Ruteng, kan jauh bisa memakan waktu perjalanan 6 jam. Membuat akta kelahiran ke Ruteng, maka kami yang datang," tambahnya.
Selain itu, lanjutnya, sudah menjadi tujuan utama pemerintah untuk membahagiakan masyarakat. Pasalnya, hal tersebut memang muara dari seluruh kegiatan bernegara.
"Semangatnya satu: Pemerintah datang untuk membuat seluruh masyarakat kita berbahagia. Ini tujuan bernegara membuat masyarakatnya bahagia," tegasnya.
Semangat tersebut memang telah terpatri di benak insan Dukcapil. Di lima tahun terakhir, khususnya, pegawai Ditjen Dukcapil kerap turun jemput bola ke daerah-daerah termasuk daerah terpencil sekalipun seperti ke Suku Dayak Pedalaman hingga distrik-distrik tertinggal di Papua.
Dengan begitu, Zudan berharap kunjungannya kali ini juga dapat berbuah manis sehingga masyarakat merasakan kehadiran pemerintah.
"Mudah-mudahan langkah kecil kami ini bisa membuat warga Kampung Waerebo merasakan hadirnya negara," katanya.
Sebagai tambahan informasi, di kunjungan kali ini, pimpinan penyelenggara Adminduk se-Indonesia tersebut juga berkesempatan untuk memberikan berbagai dokumen kependudukan pada warga Kampung Waerebo secara simbolis.
"Kami Dukcapil Pusat bersama Dukcapil Provinsi NTT dan Dukcapil Kabupaten Manggarai telah melakukan pendataan kependudukan di Kampung Waerebo. Penduduknya hanya 120 orang dari anak-anak sampai orang dewasa. Pada hari Jumat 12 Juli 2019 langsung kita bagikan 23 akta lahir, 7 akta nikah, 3 akta kematian, 25 kartu keluarga, 23 Kartu Identitas Anak, dan 24 KTP el," tutupnya. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.