Balikpapan — Peran keamanan informasi menjadi sorotan utama dalam kegiatan Sosialisasi Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang diselenggarakan di Kantor Dinas Dukcapil Kota Balikpapan, Kamis (20/11/2025).
Di hadapan 129 pendamping sosial, Kasubdit Keamanan Informasi Adminduk Direktorat IDKN pada Ditjen Dukcapil, Mensuseno, tampil memberikan materi yang menjadi fondasi utama keberhasilan digitalisasi Perlinsos.
Dalam sesi pemaparannya, Mensuseno memberikan perspektif mendalam mengenai bagaimana Identitas Kependudukan Digital (IKD) bekerja sebagai gerbang identitas yang aman, presisi, dan siap mengamankan layanan publik berbasis digital.
“Digitalisasi tidak bisa berjalan tanpa keamanan informasi yang kuat. IKD bukan hanya aplikasi, tetapi sistem otentikasi yang melindungi identitas warga dari penyalahgunaan,” tegas Mensuseno disambut perhatian penuh seluruh peserta.
Ia memaparkan secara teknis bagaimana verifikasi biometrik, face recognition, serta enkripsi data digunakan untuk memastikan setiap transaksi layanan Perlinsos aman dan bebas dari manipulasi. Mensuseno juga memperagakan mekanisme Agen Perlinsos, yang nantinya menjadi ujung tombak pelayanan bagi masyarakat secara langsung.
Tidak hanya menekankan aspek teknis, Mensuseno juga menjawab berbagai kekhawatiran peserta terkait maraknya modus penipuan digital yang menyasar penerima bantuan sosial. “Keamanan informasi bukan hanya tanggung jawab Dukcapil. Kita semua adalah garda terdepan. Literasi digital pendamping sosial adalah benteng pertama mencegah penipuan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa transformasi digital harus berjalan tanpa mengorbankan rasa aman masyarakat, terutama kelompok rentan. "Sistem pengamanan IKD terus diperbarui agar mampu menahan serangan siber dan meminimalkan manipulasi data," kata dia.
Kehadiran Mensuseno memperkuat posisi Ditjen Dukcapil sebagai lembaga yang tidak hanya mengelola data, tetapi juga memastikan keamanan identitas 280 juta penduduk Indonesia dalam ekosistem digital nasional.
Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Dinas Kota Balikpapan, Ardiawan, serta Sekdis Dukcapil Provinsi Kalimantan Timur, Sulekan. Keduanya menegaskan komitmen daerah dalam mendukung aktivasi IKD dan perluasan digitalisasi Perlinsos.
Kegiatan yang didukung Tim Teknis Ditjen Dukcapil ini ditutup dengan optimisme bahwa digitalisasi Perlinsos akan berjalan lebih kuat—karena keamanan informasi menjadi fondasi yang tidak lagi bisa dinegosiasikan. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar