Tegalharjo — Malam menjelang larut, namun Balai Desa Tegalharjo masih terang benderang. Jarum jam telah melewati angka 21.00, tetapi semangat para petugas pelayanan publik belum padam. Di sinilah wajah negara benar-benar terasa: Hadir, bekerja, dan melayani hingga tuntas.
Kamis (07/08/2025) itu menjadi hari yang tak biasa bagi warga Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi. Sebuah kolaborasi lintas sektor menggelar pelayanan terpadu—mulai dari aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), layanan pajak daerah, koperasi, perbankan, hingga dokumen kependudukan.
Tim Ditjen Dukcapil Kemendagri yang dipimpin Muhammad Muliyadi hadir lengkap. Sebanyak 4 personel dari pelayanan sebelumnya di Desa Tulungrejo dan Sepanjang bergabung pada sore hari setelah pelayanan tutup pukul 17.00, dan melanjutkan tugas di Tegalharjo hingga malam.
“Pelayanan ini bukan sekadar rutinitas, ini bentuk nyata komitmen negara menghadirkan keadilan digital sampai ke pelosok,” ujar Koordinator Tim dari Direktorat Integrasi Data Kependudukan Daerah (IDKD), Muhammad Muliyadi penuh semangat.
Tak hanya menghadirkan teknologi, pelayanan kali ini juga menjadi momen harmoni sosial. Warga desa berbondong-bondong datang, tidak hanya untuk aktivasi IKD, tapi juga mengakses berbagai jenis layanan yang dipusatkan di satu titik.
“Ini adalah implementasi nyata Asta Cita, khususnya dalam pemerataan pelayanan publik dan transformasi digital yang menyentuh langsung masyarakat,” tambah Muliyadi.
Kehadiran Ibu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas di tengah-tengah pelayanan menambah legitimasi dan apresiasi terhadap kerja tim. Ia sempat memantau jalannya layanan dan berbincang dengan beberapa warga serta petugas.
Saroja Bachtiar, anggota tim dari Subdit Layanan Teknis Ditjen Dukcapil, menyampaikan, "Kami siap bekerja hingga tuntas. Selama masih ada warga yang mengantre, kami tetap standby."
Begitu pula dengan semangat para petugas daerah. Dian, salah satu staf Dinas Dukcapil Kabupaten Banyuwangi, terlihat sigap membantu di meja registrasi hingga larut malam. "Kami tetap semangat, karena ini bagian dari pelayanan kepada rakyat," ujarnya sambil tersenyum.
Di sela pelayanan, momen paling menyentuh terjadi saat seorang warga menerima langsung dokumen kependudukan dari tangan tim gabungan. Rasa syukur dan lega terpancar dari wajahnya—bahwa identitas sebagai warga negara kini diakui dan dipegang secara sah.
Bagi banyak orang, mungkin ini hanya selembar KTP-el atau dokumen kependudukan. Namun bagi warga desa seperti Tegalharjo, ini adalah akses ke masa depan—berupa bantuan sosial, layanan kesehatan, pendidikan, dan hak-hak lainnya.
Dengan total 71 aktivasi IKD pada hari itu, serta ratusan lainnya yang mendapatkan layanan dokumen kependudukan, Desa Tegalharjo menjadi saksi hidup bagaimana negara bekerja bukan hanya siang, tapi sampai malam.
Transformasi digital bukan hanya soal aplikasi atau jaringan. Ia adalah tentang kehadiran, komitmen, dan keberpihakan. Dan malam itu, di bawah terang lampu desa, Indonesia membuktikan bahwa pelayanan bisa menembus batas waktu asal dikerjakan dengan cinta dan semangat yang sama. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar