Yogyakarta - Pencanangan gerakan bersama pendataan disabilitas kini telah mencapai Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X, Angkie Yudistia Staf Khusus Presiden, dan Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh beserta Tim Ditjen Dukcapil bertempat di Gedhong Pracimosono, Komplek Kepatihan Yogyakarta, Jumat (3/6/2022).
Acara sambutan dimulai oleh Angkie Yudistia yang mengungkapkan pendataan penyandang disabilitas ini ke depannya akan diimplementasikan untuk memastikan potensi dan ekosistem teman-teman disabilitas dapat dimaksimalkan.
"Dengan momentum ini, Yuk kita gelorakan dan kita perluas lagi. Sehingga penyandang disabilitas administrasi kependudukannya lebih rapih," tutur Angkie.
Angkie turut menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo yang mengharapkan semua kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan tuntas.
Selanjutnya sambutan dilanjutkan oleh Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh yang memaparkan hasil peningkatan pendataan penyandang disabilitas setelah launching nasional pada 14 Maret 2022.
"Progresnya alhamdulillah dalam kurun waktu 2 bulan ini sudah diperoleh 450 ribu pendataan baru. Terimakasih teman-teman semua. Matur nuwun sanget," ucap Dirjen Zudan.
Lebih lanjut, Zudan menjelaskan bahwa yang perlu didalami selanjutnya adalah aspek pendataannya. Selama ini layanan berfokus pada penerbitan dokumen kependudukan, saat ini lebih detail karena terdapat kebutuhan yang spesifik. Untuk perencanaan pembangunan kita lebih tepat berdasarkan kebutuhan penyandang disabilitas, misalnya berapa banyak bansos untuk alat pendengaran bagi tuna rungu dan seterusnya.
Zudan turut berpesan kepada orang tua agar memasukkan ragam disabilitas anaknya pada biodata penduduk. Sebab masih banyak yang ditulis normal, padahal merupakan penyandang disabilitas.
Tidak lupa, Zudan juga menyerukan kepada komunitas atau kepala sekolah agar menghubungi jajaran Disdukcapil untuk pelayanan jemput bola.
"Kita sudah menetapkan program nasional namanya jemput bola. Dan layanan untuk disabilitas kita masukkan ke dalam layanan prioritas. Jadi penyandang disabilitas adalah kelompok yang harus kita prioritaskan," tegas Zudan.
Lastri, wali murid salah satu siswa bernama Ilham Wahyu Trilaksana, juga turut menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi pada layanan pendataan penyandang disabilitas.
"Saya mengucapkann puji syukur atas undangan anak-anak kami dalam pembuatan dokumen kependudukan. Kami dipermudah dan tidak perlu antri. Terimakasih kepada pemerintah dan dukcapil," terang Lastri.
Arif selaku guru di SLBN 1 Wonosari juga mengungkapkan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya serta berharap program ini terus berlanjut dan cakupan yang lebih luas. Dukcapil***
.jpeg)

Komentar
Komentar di nonaktifkan.