Jeddah - Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri bersama Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah menggelar program pelayanan pencatatan WNI yang tidak memiliki dokumen kependudukan. Tujuan dari pelayanan jemput bola pendataan WNI adalah memberikan Nomor Identitas Tunggal (NIT) bagi murid SMA Kelas XII di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) dan juga Sekolah Indonesia Mekkah (SIM) yang bakal digunakan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Indonesia melalui pendaftaran berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau pun NIT.
"Sasaran strategis kegiatan di Jeddah, Arab Saudi adalah kepemilikan dokumen kependudukan khususnya penerbitan NIT, perekaman biometrik, dan pelayanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi murid SIJ dan SIM. Mayoritas murid tidak memiliki dokumen identitas seperti Paspor dan NIT atau NIK yang merupakan salah satu syarat wajib pendaftaran perguruan tinggi yang sinergi dengan data Dapodik," kata Suwandi, dari Direktorat Pancatatan Sipil Ditjen Dukcapil Kemendagri.
Program yang berlangsung pada 21-28 Februari 2023 ini menghasilkan 377 output layanan administrasi kependudukan bagi siswa SIJ dan SIM beserta keluarganya. Adapun rinciannya terdiri Penerbitan NIT sebanyak 270 orang; Perekaman biometrik 86 orang; dan Pelayanan KTP Digital 21 orang.
"Kegiatan ini kami laksanakan selama penugasan di KJRI Jeddah bersama Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Ditjen Protokol dan Konsuler Kemenlu," kata Suwandi.
Konsul Jenderal RI Jeddah Eko Hartono menyambut baik dan sangat mengapresiasi upaya Ditjen Dukcapil Kemendagri yang berkenan datang langsung ke Jeddah untuk melayani WNI yang membutuhkan dokumen kependudukan yang sangat mereka butuhkan.
"Ini wujud kepedulian negara dan pemerintah RI melalui Ditjen Prokons Kemenlu dan Ditjen Dukcapil Kemendagri. Program ini merupakan bagian dari upaya kita untuk melengkapi identitas diri dari anak-anak kita. Bagaimana mungkin mereka mampu melanjutkan studi ke depan kalau datanya tidak beres," kata Konjen Eko Hartono.
Para murid SIJ itu, lanjut Konjen Eko Hartono, terlahir dari orang tua Pekerja Migran Indonesia yang sudah lama menetap dan bekerja di Arab Saudi, tetapi tidak memiliki dokumen resmi.
Pelaksana Fungsi Konsuler KJRI Jeddah Neni Kurniati menambahkan, pihaknya juga mengamati fenomena perbedaan data dokumen setelah verifikasi lapangan. “Mulai dari surat kenal lahir yang dikeluarkan oleh catatan sipil Arab Saudi, kartu keluarga, ijazah dan bahkan paspor yang akhirnya mempengaruhi data anak pada sistem Data Pokok Pendidikan atau Dapodik,” kata Neni.
Untuk mendapatkan database yang baik dan seragam, harus mengoreksi dan mensinkronisasi Surat Kenal Lahir (SKL), Kartu Keluarga (KK), Paspor, Ijazah dan identitas diri lainnya.
KJRI Jeddah terus menempuh berbagai program terobosan untuk memberikan perlindungan maksimum kepada WNI di wilayah kerjanya, termasuk anak usia sekolah yang terlahir dari orang tua yang tidak memiliki dokumen kependudukan.
Dalam lain kesempatan, Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, tujuan besar Ditjen Dukcapil Kemendagri adalah memberikan perlindungan yang lebih besar dan optimal kepada seluruh WNI di mana pun berada.
Zudan menyampaikan, sejak 2018 Kemendagri dan Kemenlu berkolaborasi turun ke berbagai negara untuk mendata semua WNI. Pendataan secara akurat by name by address di luar negeri adalah syarat mutlak bagi perlindungan WNI yang efektif.
"Bahkan Presiden Jokowi yang me-launching portal PeduliWNI di Seoul, Korea Selatan, dan sekaligus launching layanan administrasi kependudukan (Adminduk) secara online dari manapun," jelas Dirjen Zudan.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, tugas negara adalah memberikan layanan publik kepada WNI di mana pun berada, salah satunya berupa layanan administrasi kependudukan (Adminduk). "Kami merasa berbahagia menjadi perpanjangan tangan tugas melayani WNI di bidang Adminduk bekerja sama dengan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri," kata Menlu Retno.
Hal ini pun senada dengan apa yang diucapkan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yaitu dengan membuka layanan adminduk bagi WNI di luar negeri bakal mempermudah WNI mencatatkan data kependudukannya, serta utk mendapatkan pelayanan publik lainnya secara komprehensif.
"Apalagi masih banyak diaspora WNI di luar negeri yang belum terdaftar dalam data kependudukan kita, harus dapat kita bantu secara maksimal" kata Mendagri Tito. Dukcapil***
.jpeg)

Komentar
Komentar di nonaktifkan.