Rawas Ulu - Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri kembali mengulurkan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) jemput bola (Jebol) di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).
Kali ini layanan Tim GISA Adminduk 3T menyentuh Desa Sungai Jauh, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Selasa (5/9/2023).
Analis kebijakan ahli madya dari Direktorat Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (Dafdukcapil), Sakaria memimpin Tim GISA 3T yang terdiri 5 anggota.
"Tujuan kami hadir di wilayah tertinggal ini untuk memberikan perlindungan kepada warga negara berupa kemudahan memperoleh dokumen kependudukan. Dokumen seperti KTP-el, KK, akta lahir dan lainnya sangat penting sebagai dasar memperoleh layanan publik lain. Kalau tak punya KTP-el nanti tidak bisa mendaftar BPJS Kesehatan, kalau tidak punya akta kelahiran orang tua akan kesulitan mendaftarkan anaknya ke sekolah. Jadi dokumen kependudukan sangat penting kedudukannya," kata Sakaria.
Bukan tanpa alasan Kadis Dukcapil Muratara Aan Andrian menjemput rombongan Jakarta dari Bandara Silampari Lubuk Linggau dengan kendaraan offroad, antara lain jenis pickup double gardan. Sebab, wahana ini cocok membawa rombongan dengan bagasi hampir 100 kilo berupa 3 outer atau 6.000 keping blangko KTP, 1 set mobile enrollment KTP-el, printer KTP-el, 1 set ribbon/film, dan perangkat komunikasi internet M2M.
Kecamatan Rawas Ulu yang menjadi posko hari pertama Tim GISA 3T, berjarak lebih dari 97 kilometer dari Lubuk Linggau. Namun berkat kecakapan mengemudi, iringan kendaraan yang membawa Tim GISA 3T, Kadis Dukcapil Muratara Aan Andrian serta Kadis Dukcapil Provinsi Sumatera Selatan Pu'adi, dapat melibas Jalur Tengah Lintas Sumatera yang ramai dalam waktu kurang dari 1,5 jam.
Camat Rawas Ulu, Yusnadi yang menyambut rombongan Jakarta menjelaskan, wilayahnya terdiri 16 desa dan 1 kelurahan dengan penduduk 34.857 jiwa.
"Selamat datang Tim GISA 3T Ditjen Dukcapil dan terima kasih sudah datang jauh-jauh ke Rawas Ulu, wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Sarolangun, Jambi," kata Yusnadi.
Yusnadi mengaku, selalu memotivasi warganya agar memiliki dokumen kependudukan. "Kami terus berupaya memberikan penyuluhan tentang begitu penting data diri supaya lebih mudah lagi pemerintah melayani masyarakat sehingga terdata semuanya," sambung Yusnadi.
Dia berharap dengan kesadaran masyarakat akan adminduk mampu mengakselerasi pembangunan khususnya di Muratara, sehingga bakal menghilangkan 'gelar' sebagai wilayah 3T.
Kadis Dukcapil Provinsi Sumsel Pu'adi dalam sambutannya menyatakan hal senada. "Yakinlah tidak akan selamanya predikat 3T disandang Muratara. Mudah-mudahan segera terlepas dari 3T, namun cukup hanya pemerintah tetapi perlu didorong peran serta masyarakat," kata Pu'adi.
Sebab, kata Pu'adi, pemerintah pusat serta pemda provinsi dan kabupaten/kota memberikan pelayanan publik berbasis data dari Dukcapil.
"Jadi masyarakat minimal harus punya KTP dan KK sehingga masyarakat terdata seluruhnya, satu KTP satu identitas. Tidak bakal terjadi bantuan yang timpang tindih, atau satu orang dapat bantuan lebih dari sekali," tegasnya.
Begitu pun masyarakat pendatang yang tanpa melalui prosedur pindah datang, kemudian membuat KTP lagi di Muratara akan terdeteksi di database Dukcapil.
Hingga Selasa sore hari di posko Desa Sungai Jauh Tim GISA 3T yang didukung petugas Disdukcapil Muratara berhasil melayani tak kurang 235 dokumen kependudukan. Jumlah ini terdiri perekaman biometrik 64 pemilih pemula, cetak 71 keping KTP-el; cetak KIA 13 pemohon; cetak KK 61 pemohon; cetak akta kelahiran 18 penohon; akta kematian 1; dan SKPWNI 7 pemohon. Seluruh dokumen langsung dibagi habis kepada pemohon di lokasi.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi dalam beragam kesempatan berharap agar setiap daerah memaksimalkan seluruh potensi yang ada demi memudahkan pencapaian target pelayanan adminduk.
Kegiatan ini juga selaras dengan arahan Mendagri Tito Karnavian agar seluruh pelayanan adminduk dapat terlaksana dengan baik di seluruh penjuru negeri tanpa terkecuali. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.