Surabaya - Inovasi terus dilakukan oleh jajaran Dukcapil yang merupakan salah satu ruh dalam pelayanan. Salah satunya datang dari Surabaya, dimana Kartu Identitas Anak (KIA) telah difungsikan juga menjadi alat pembayaran yang dinamakan KatePay.
KatePay terlahir berkat kerjasama Pemkot Surabaya dengan Bank Jatim. Inovasi ini menciptakan KIA agar dapat menjadi alat pembayaran khususnya bagi siswa di sekolah.
David Yama selaku Direktur Pendaftaran Penduduk Ditjen Dukcapil bersama jajaran Disdukcapil Kota Surabaya juga turut meninjau implementasi KatePay ini di SMPN 42 Surabaya pada Kamis (16/6/2022).
Yama sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan Pemkot Surabaya ini dengan memanfaatkan KIA.
"Sangat bagus ini. Anak-anak membeli makanan dan minuman tinggal menunjukkan KIA ke petugas Kantin sekolah, kemudian petugas kantin membuka aplikasi di Handphone yg sudah disediakan oleh Bank Jatim. Anak yang akan bertransaksi telah memiliki saldo dalam aplikasi yang di top up oleh orang tuanya. Kemudian petugas kantin memfoto KIA untuk verivikasi data dan setelah itu muncul saldo yang dimiliki anak tersebut untuk pembelian yang diinginkan. Clear kemudian terjadilah transaksi," ucap Yama.
"Dengan begitu anak tidak perlu membawa uang ke sekolah atau cashless, cukup bawa KIA. Program cashless dan elektronik know your customer (e-kyc) yang selalu digadang-gadang oleh banyak pihak dalam era disruptif ini terlaksana,". lanjut Yama
Program KatePay ini juga akan semakin menguatkan bahwa satu kartu identitas penduduk dapat dimanfaatkan ke dalam beragam aspek layanan publik.
"Jika sebelumnya NIK pada KTP-el digunakan sebagai NPWP, ini NIK pada KIA di Kota Surabaya sebagai alat pembayaran. Harapannya memang seperti itu nantinya, KTP-el dan KIA ini dapat menggantikan kartu-kartu lainnya," ujar Yama.
Kepala Sekolah SMPN 42 Surabaya ini juga mengutarakan rasa senang dengan adanya KatePay ini. Pengeluaran uang untuk jajan peserta didiknya dapat dipantau oleh orang tua, anak-anak tidak jajan di luar sekolah, kantin disediakan dari UMKM dan terdapat wadah literasi untuk menggiatkan program transaksi secara non tunai dan e-kyc.
Inovasi ini juga selaras dengan harapan Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh agar setiap daerah dapat mengembangkan inovasi mereka masing-masing. Inovasi yang bagus menurut Zudan akan dapat ditularkan kepada daerah lain dan dapat menjadi program nasional nantinya.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pun juga berharap pelayanan Dukcapil dapat semakin cepat dan tepat dengan beragam inovasi berbasis teknologi informasi yang diberikan. Dukcapil***


Komentar
Komentar di nonaktifkan.