Bogor - Kabar gembira bagi warga Kota Bogor yang sudah sekian lama menanti untuk mendapatkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Pasalnya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bogor siap mencetak sebanyak 52.120 keping KTP-el bagi warga Bogor dengan rincian 8.028 Print Ready Record (PRR) dan 44.092 surat keterangan (suket).
Setelah sebelumnya Disdukcapil Kota Bogor telah menerima sebanyak 10.000 blangko KTP-el, rencananya mulai hari ini kembali menerima stok blangko KTP-el sekitar 50.000 yang diberikan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri.
Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto mengatakan bahwa terhitung hari ini Senin (03/02/2020) warga yang statusnya sudah PRR dan memiliki suket akan diprioritaskan dicetak KTP-elnya dan langsung didistribusikan ke masing-masing kelurahan dan tidak ada pencetakan di kantor Disdukcapil. Ia mengatakan bahwa langkah ini dilakukan agar tidak terjadi double print.
“Jadi, baik itu yang sudah menerima suket maupun status PRR pokoknya diminta agar semuanya dicetak. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi double cetak. Kami akan prioritaskan yang sudah memiliki suket dan PRR,” jelasnya Sabtu (01/02/2020).
Sujatmiko menuturkan saat ini proses pencetakan KTP-el secara massal sudah dilaksanakan. Ia dan jajarannya siap besinergi bersama berkerja cepat demi mencapai target pada 10 Februari nanti semua sudah dicetak.
“Kita akan kerja keras dengan target 10 Februari semua sudah dicetak, kita sudah buat aplikasi untuk mencetak per kelurahan. Rencananya nanti pak wali akan membagikan langsung ke warga. Mudah-mudahan lancar, ini bagian dalam mendukung program Bogor Berlari. Jadi, Disdukcapil mengikuti ikut berlari,” pungkasnya.
Sebelumnya Walikota Bogor, Bima Arya telah memerintahkan Disdukcapil untuk segera melakukan percepatan pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) terutama pencetakan KTP-el. Sebab, Jabodetabek menjadi daerah tolak ukur di Indonesia dalam hal pelayanan dokumen kependudukan. Ada tiga dinas yang akan menjadi percontohan, seperti DKI Jakarta, Kota Bogor dan Kota Bekasi. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.