Boalemo - Demi memudahkan pelayanan masyarakat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Boalemo terus berinovasi. Hal ini menindaklanjuti penegasan Bupati Boalemo agar senantiasa memberi kemudahan kepada masyarakat.
Bahkan tercatat, Dukcapil Boalemo membuat sejumlah inovasi pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil kepada masyarakat.
“Kami ada beberapa program dan inovasi pelayanan kepada masyarakat. Terutama dalam memberikan kemudahan pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil,” kata Kadis Dukcapil Drs. Teguh Jatmika saat ditemui di kantornya, Senin (9/3/2020).
Ia menjelaskan, beberapa program dan inovasi itu antara lain terdiri dari, program Tumopat atau Tuwawu Mootapu Wopato. Dalam bahasa Gorontalo itu berarti: Sekali Proses dapat 4 dokumen kependudukan sekaligus.
Program ini bekerja sama dengan seluruh rumah sakit dan puskesmas di wilayah Kabupaten Boalemo dengan berbasis Android.
Ibu melahirkan di rumah sakit, pulangnya bisa membawa akta kelahiran si buah hati, Kartu Identitas Anak, Kartu Keluarga baru, dan anak yang dilahirkan langsung memiliki Nomor Induk Kependudukan.
Inovasi berikutnya “Jenazah belum dikebumikan akta kematian sudah diserahkan”. Tujuannya untuk lebih memberi kemudahan dalam pengurusan dan mempercepat pelaporannya.
Program ini bekerja sama dengan para Sekretaris Desa se-kabupaten Boalemo berbasis Android dalam Group WhatsApp “Sahabat Dukcapil”.
Pelayanan ini keluarga yang berduka mendapatkan Akta Kematian dan Kartu Keluarga yang diserahkan sebelum jenazah dimakamkan. Namun hal ini tergantung cepatnya pelaporan dari Desa.
Berikutnya, Program Sedekah Pelayanan, yakni inovasi untuk menyediakan makan siang gratis pada hari Jumat yang dilaksanakan selepas sholat Jumat berjamaah di masjid yang berada di kantor Disdukcapil setempat. Makan siang gratis diberikan untuk masyarakat yang sedang mengurus pelayanan dokumen Adminduk. "Pembiayaannya dari donatur dengan tujuan memberikan kenyamanan bagi warga yang datang ke Dukcapil," kata Kadis Teguh.
Inovasi berikutnya yakni layanan khusus di daerah yang mayoritas penduduknya beragama Hindu yang merupakan eks warga transmigrasi asal Bali, yakni Desa Sejahtera, Desa Trirukun dan Raharja di Kecamatan Wonosari dan Desa Bongo IV di Kecamatan Paguyaman. Kepada mereka diberikan layanan Jemput Bola Pelayanan penerbitan Kutipan Akta Perkawinan.
"Layanan ini sangatlah bermanfaat dan warga masyarakat merasakan sekali akan kemudahannya dan khususnya penghematan biaya. Penghematan biaya ini karena jika penetapan akta perkawinan dilaksanakan di Kantor Dinas Dukcapil pasangan suami istri harus didampingi 5 orang saksi. Dengan dilaksanakannya di Desa, warga merasakan adanya kemudahan pelayanan yang dilakukan oleh Dinas Dukcapil," kata Teguh menjelaskan.
Walhasil diharapkan masyarakat di Kabupaten Boalemo dengan mudah mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.