Wamena - Tiada hari tanpa perekaman KTP-el oleh Tim GISA Ditjen Dukcapil Kemendagri di Kabupaten Jayawijaya, yang saat ini termasuk daerah otonomi baru atau DOB Provinsi Papua Pegunungan.
Tim GISA Jayawijaya yang dipimpin Ahmad Ridwan memusatkan perhatiannya untuk merekam data anak jelang usia 17 tahun. Semua murid usia 16 tahun ke atas dari berbagai sekolah dikumpulkan secara terjadwal di kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Jayawijaya. Pelayanan adminduk untuk para siswa sekolah dipisahkan loketnya dengan masyarakat umum.
"Hingga sore ini, Tim GISA di Jayawijaya berhasil melayani penerbitan dokumen kependudukan sebanyak 1.231 dokumen," kata Ahmad Ridwan usai memberikan pelayanan jemput bola di Distrik Wita Waya, Jayawijaya, Jumat (26/8/2022).
Sekda Kabupaten Jayawijaya Thonny Matius Mayor yang sempat meninjau pelayanan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Tim GISA Pusat
"Luar biasa semangat teman-teman Tim GISA Ditjen Dukcapil pusat. Terima kasih Bapak Dirjen Dukcapil yang telah berkenan Tim GISA mengirimkan mereka ke daerah kami. Meski cuma dua orang namun telah banyak membantu kami Pemda Kabupaten Jayawijaya," kata Thonny.
Ahmad Ridwan turut membawa rekan satu tim, yaitu Bertho Andreas Sembiring, seorang ADB kawakan dari Dukcapil pusat. Berkat tangan dinginnya, jaringan internet di Disdukcapil Jayawijaya berhasil dinaikkan. Dari sebelumnya hanya 0.3 menjadi 1,2 MBps.
"Pak Bertho ini juga membantu kami membenahi aplikasi SIAK Terpusat, sehingga uplod persyaratan dokumen secara online menjadi lebih cepat," kata Kadis Dukcapil Jayawijaya Kenius Tabuni.
Menurut Direktur Dafduk Ditjen Dukcapil David Yama, dari data SIAK diketahui sebanyak 142.532 warga Kabupaten Jayawijaya, belum memiliki KTP elektronik.
"Kondisi itu menjadi perhatian kami di Ditjen Dukcapil Kemendagri dengan mengirimkan bantuan Tim GISA untuk membantu jemput bola perekaman KTP-el hingga ke distrik-distrik yang jauh, agar masyarakat di sana bisa memiliki identitas," kata Direktur Yama.
Demikian juga upaya merekam anak-anak usia 16 tahun ke atas, dinilai Yama sudah tepat untuk mengakselerasi cakupan perekaman KTP-el di Jayawijaya.
Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh pun menyebutkan bahwa tugas Dukcapil tidak akan pernah ada selesainya.
"Sebab, setiap waktu akan ada anak lahir dan penambahan anak yang berusia 17 tahun. Maka anak yang sudah berusia 16 tahun sudah bisa dibuatkan KTP-el dan diserahkan pada usia 17 tahun,” kata Dirjen Zudan.
Mendagri Tito Karnavian terus mendorong Dukcapil agar proaktif mendorong masyarakat yang belum memiliki KTP-el untuk segera mengurus. Sebab, dokumen itu merupakan syarat yang digunakan untuk memilih pada saat Pemilu 2024 mendatang.
"Seluruh Dukcapil harus menggenjot maksimal pencetakan KTP-el. Bagi pemilih pemula dan penduduk wajib KTP sudah harus sudah memiliki KTP-el sebelum Hari-H pemungutan suara berlangsung," kata Mendagri menegaskan. Dukcapil***
.jpeg)
Komentar
Komentar di nonaktifkan.