Jakarta - Bagaikan komando pasukan gerak cepat, Tim GISA Dukcapil wilayah Papua Tengah dan Papua Pegunungan langsung bekerja Jemput Bola (Jebol) pelayanan adminduk sejak hari pertama diterjunkan ke Kabupaten Nabire dan Jayawijaya.
Tim Nabire, yang dipimpin Walter E. Malau langsung jebol mendatangi SMA YPK Tabernakel dan berbagai sekolah lainnya melayani keperluan dokumen administrasi kependudukan. Antara lain perekaman KTP-el bagi murid usia 16 tahun untuk dicetak dan diserahkan fisik KTP-el saat usia mereka 17 tahun.
Begitu juga Tim Jayawijaya di bawah komando Ahmad Ridwan mendatangkan secara terjadwal semua murid usia 16 tahun ke atas, antara lain dari SMK Ninabua dan SMK Yasores ke kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Jayawijaya. Pelayanan adminduk untuk para siswa sekolah sengaja dipisahkan loketnya dengan masyarakat umum.
Sejak hari pertama Selasa (23/8/2022) hingga hari ini Kamis (25/8/2022) Tim GISA 3T di Jayawijaya berhasil melayani pencetakan sebanyak 894 dokumen. Terdiri penerbitan NIK 32, cetak KK 149, rekam KTP-el 239, cetak KTP-el 299, cetak KIA 64, cetak akta lahir 41, cetak akta kematian 8, akta perkawinan 5, serta cetak SKPWNI pindah dan datang 57.
Ridwan melaporkan, Sekda Kabupaten Jayawijaya Tonny Mayor berkenan memberikan secara simbolis dokumen KTP-el kepada 6 perwakilan siswa di kantor Disdukcapil Jayawijaya, Kamis (25/8/2022).
Giat ini dihadiri pejabat eselon II Kabupaten Jayawijaya, antara lain Asisten I Setda Tinggal Wusono, Kadis Pendidikan Natalis Mumpu, dan Kadis Dukcapil Kenius Tabuni beserta jajaran.
Sedangkan Tim GISA Nabire berhasil melayani total pencetakan sebanyak 2.048 dokumen. Yakni, hari pertama Selasa (23/8/2022) di kantor Disdukcapil Nabire sebanyak 390 dokumen dicetak.
Kemudian hari kedua Rabu (24/8/2022) pelayanan jebol di SMAN Nabire dan kantor Disdukcapil berhasil dicetak sebanyak 411 dokumen. Hari ketiga Kamis (25/8/2022) di kantor Disdukcapil Nabore dan di aula Distrik Makimi berhasil dicetak sebanyak 452 dokumen. Dan pada hari keempat Jumat (26/8/2022) berhasil dicetak sebanyak 525 dokumen kependudukan.
Direktur Dafduk Ditjen Dukcapil David Yama tampak gembira dengan pesatnya cakupan pelayanan dokumen adminduk oleh Tim GISA 3T Papua.
"Kalau begini metode tandem Tim Dukcapil Pusat dengan Disdukcapil Provinsi dan Kabupaten/Kota yang kita lakukan, maka akan cepat terealisasi target cakupan adminduk di kabupaten/kota di Papua, Papua Tengah dan Papua Pegunungan," kata Direktur Yama.
Bahkan, mulai tahun depan pihaknya berencana bakal meningkatkan durasi bekerja Tim GISA Dukcapil, tidak lagi cuma seminggu tetapi minimal 2 minggu atau lebih pelayanan Jebol.
"Tapi kalau ada yang sanggup berbulan-bulan mengapa tidak? Tim bisa bergeser melayani Jebol adminduk dari distrik ke distrik atau dari kampung ke kampung, kita coba juga beri dukungan alat perekamannya" ujar David Yama.
Sementara Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mengakui cakupan perekaman KTP-el untuk Provinsi Papua baru mencapai 41,61 persen. Sementara di Provinsi Papua Barat sebanyak 73,45 persen warganya sudah melakukan perekaman KTP el.
"Kendala di Papua dan Papua Barat yang paling dominan adalah sulitnya kondisi geografis, banyak yang belum terjangkau jaringan," katanya.
Selain itu, Dirjen Zudan juga menyebut bahwa gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) di Papua masih perlu terus didorong agar tumbuh dengan baik.
Itu sebabnya, Dirjen Zudan sangat bersemangat untuk menggenjot kinerja Dinas Dukcapil di Provinsi serta Kabupaten/Kota di Papua, Papua Tengah dan Papua Pengungan dengan upaya jemput bola.
Mendagri Tito Karnavian pun tak pernah bosan selalu mengarahkan agar seluruh layanan adminduk terselenggara dengan baik di seluruh penjuru negeri, termasuk wilayah 3T yang jauh dari akses pelayanan adminduk. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.