Bangkok - Indonesia berkomitmen tinggi dalam pembangunan berkelanjutan memajukan sistem pencatatan sipil dan statistik hayati yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini dibuktikan dalam forum internasional: Third Ministerial Conference on Civil Registration and Vital Statistics (CVRS) in Asia and the Pacific di Bangkok, pada Selasa (24/6/2025) hingga Kamis, (26/6/2025).
Perwakilan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri dalam rombongan Delegasi Indonesia yakni Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, Muhammad Farid, dan Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional, Handayani Ningrum di antara 12 anggota Delegasi Indonesia.

Dalam pidato mewakili Ditjen Dukcapil, Farid menegaskan komitmen Indonesia terhadap pencapaian tujuan Dekade CRVS Asia-Pasifik. Selama sepuluh tahun terakhir, Ditjen Dukcapil Kemendagri telah menjadi ujung tombak dalam transformasi layanan pencatatan sipil demi memastikan tidak ada satu pun penduduk yang terlewatkan.
"Pertama, dalam hal pencapaian, Indonesia telah mencapai kemajuan yang signifikan. Hingga tahun 2024, cakupan akta kelahiran untuk anak-anak di bawah usia 18 tahun telah mencapai 98,35 persen. Setiap anak yang terdaftar langsung diberikan Nomor Identitas Tunggal (NIK) yang terhubung dengan akta kelahiran, memberikan identitas hukum seumur hidup dan berfungsi sebagai kunci untuk mengakses berbagai layanan publik," jelas Farid dalam bahasa Inggris.
Lebih lanjut Farid menyampaikan bahwa Indonesia menempatkan inklusivitas sebagai prioritas utama. Semua penduduk tanpa terkecuali mendapatkan akses yang setara terhadap layanan administrasi kependudukan.
"Kami menerapkan berbagai program jangkauan khusus dan layanan terintegrasi yang ditujukan bagi penyandang disabilitas, lansia, individu dengan penyakit kronis, komunitas asli terpencil, penduduk di daerah perbatasan, dan wilayah 3T (daerah tertinggal, perbatasan, dan terluar)," terang Farid.

Sebagai penutup, Farid menegaskan kembali komitmen Pemerintah Indonesia bahwa akan melanjutkan inovasi digital, memperkuat integrasi lintas sektor serta mencakup seluruh masyarakat.
"Yang paling penting, kami memastikan bahwa setiap peristiwa penting dan peristiwa kependudukan tercatat dengan akurat dan setiap orang tercatat datanya di Dukcapil, sehingga tidak ada seorang pun yang tertinggal atau tidak mendapat dokumen kependudukan," pungkasnya. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar