Kota Bekasi — Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri kembali menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan layanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Melalui program jemput bola, tim dari Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) yang dipimpin Direktur PIAK, Muhammad Nuh Al Azhar, menyambangi warga di Rukun Warga 012, Cluster Permata, Perumahan Taman Jatisari Permai, Kota Bekasi, Ahad (26/10/2025).
Kegiatan ini merupakan pelaksanaan yang kedua kalinya di lokasi yang berdekatan, menandakan antusiasme dan kesadaran luar biasa dari masyarakat setempat akan pentingnya dokumen kependudukan yang sah dan mutakhir. Respons positif dari warga menjadi bukti bahwa pendekatan layanan langsung ke komunitas sangat efektif dalam menjangkau dan memenuhi kebutuhan administrasi kependudukan.
Hingga kegiatan ditutup di sore hari, sebanyak 159 warga berhasil terlayani dan membawa pulang dokumen kependudukan yang dituhkan. Jumlah itu terdiri sebanyak 18 warga melakukan penggantian foto pada KTP-el, 58 warga mengurus cetak ulang KTP-el yang hilang atau rusak, 1 warga melakukan perekaman data biometrik baru, serta 82 warga mengikuti aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Direktur PIAK Muhammad Nuh Al Azhar yang juga tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi proaktif Dukcapil dalam memperluas jangkauan layanan, khususnya bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses ke kantor pelayanan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga negara, tanpa terkecuali, mendapatkan haknya atas dokumen kependudukan yang sah dan mutakhir. Layanan jemput bola ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujar Nuh Al Azhar di sela kegiatan.
Suasana pelayanan berlangsung tertib dan antusias. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari lansia hingga generasi muda, tampak memanfaatkan kesempatan ini untuk mengurus dokumen kependudukan mereka. Petugas Dukcapil dengan sigap melayani setiap warga dengan pendekatan humanis dan profesional.
Kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi pentingnya IKD sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan publik. Dengan IKD, warga dapat mengakses berbagai layanan pemerintah secara lebih mudah, cepat, dan aman melalui gawai masing-masing.
“Kami mengajak masyarakat untuk segera mengaktifkan IKD. Ini bukan hanya soal digitalisasi, tapi juga tentang efisiensi dan keamanan data kependudukan,” tambah Nuh.
Program jemput bola ini mendapat apresiasi tinggi dari warga setempat. Ketua RW 012 menyampaikan terima kasih atas kehadiran tim Dukcapil yang telah memudahkan warganya dalam mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus jauh-jauh ke kantor kecamatan atau dinas.
Dengan semangat “Dukcapil Bisa!”, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik yang inklusif dan responsif dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan masyarakat. Dukcapil***
Komentar
Tidak ada komentar.
Kirim Komentar