Surabaya - Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh menyerahkan Kartu Identias Anak (KIA) dan KTP-el Pemula, kepada siswa yang sekolah di lembaga pendidikan Khodijah, Kota Surabaya, Sabtu (26/3/2022).
Penyerahan itu secara simbolis diberikan kepada Adelia Namura Putri, siswi kelas I SD Khodijah. Sedangkan KTP-el Pemula diberikan kepada Yasmin Mustofa kelas XII SMA Khodijah, yang baru menginjak usia 17 tahun.
Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Dukcapil Goes to School untuk membuatkan KIA, akte kelahiran dan KTP-el untuk anak PAUD hingga SMA.
"Dukcapil Goes to School ini merupakan program nasional yang kita kerjakan bersama-sama dengan Dinas Dukcapil provinsi dan kabupaten/kota. Anak-anak usia sekolah kita buatkan KIA, akte kelahiran dan KTP-el bagi siswa yang sudah berusia 16 tahun atau 17 tahun. Untuk yang usia 16 tahun kita buatkan sekarang, nanti akan diserahkan saat usianya sudah menginjak 17 tahun," papar Dirjen Zudan.
Menurut dia, program ini merupakan tindaklanjut dari arahan Presiden RI Joko Widodo kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, agar bisa memberikan kartu identitas untuk semua usia. Mulai anak baru lahir dibuatkan akte dan anak yang sudah berusia 16 tahun dibuatkan KTP-el dan diserahkan pada usia 17 tahun.
"Pada 2021, jumlah perekaman KTP-el yang sudah kita lakukan mencapai 99,7 persen. Saat ini, pada 2022 ada 4 juta lagi orang yang harus kita rekam KTP-el, itu yang kita kejar. Sedangkan untuk KIA secara nasional kini sudah sebanyak 45 persen dari target 83 juta anak. Jadi ada sekitar 40 juta anak yang sudah punya KIA," ungkapnya.
Pada acara tersebut turut hadir Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jatim, Diana Rimayanti dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji.
Agus Imam Sonhaji menambahkan, saat ini anak-anak yang sudah mendapat KIA di Kota Surabaya sebesar 52 persen dari jumlah 750 ribu anak. Dinas Dukcapil akan terus keliling ke sekolah-sekolah melakukan perekaman KIA dan KTP-el agar anak-anak di Surabaya memiliki kartu identitas.
"Setiap dua hari sekali kita akan keliling ke sekolah-sekolah. Kita jadwal. Sekarang kita juga mengejar yang perekaman KTP-el untuk siswa yang berusia 16 tahun, agar pada usia 17 tahun nanti mereka sudah punya KTP-el," ungkap Agus Imam.
Ketua DP3AK Jatim, Restu Novi Widiani mengatakan, pihaknya bersama Dinas Dukcapil Surabaya berkomitmen akan terus lakukan road show ke sekolah-sekolah untuk memberikan layanan administrasi kependudukan.
"Kami juga akan mendekatkan layanan ke lembaga kesejahteraan anak dan layanan umum lainnya untuk melakukan perekamam identitas penduduk seperti KTP-el, KIA dan akte kalahiran," ungkap Restu Novi. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.