Belu - Salah satu program unggulan Dukcapil adalah pelayanan jemput bola yang bertujuan untuk mendekatkan serta mempercepat pelayanan administrasi kependudukan. Sebab masih banyak penduduk terkendala akses pelayanan adminduk lantaran lokasi yang jauh, sulit dijangkau, atau karena kondisi lansia, sakit, penyandang difabel dan lainnya.
Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh pun selalu menekankan bahwa kunci sukses pelayanan publik ada dua, yaitu faktor kedekatan lokasi dan kecepatan.
"Masyarakat yang didatangi pasti hepi karena pelayanannya dekat. Dengan layanan yang dekat, cepat dan akurat akan membuat masyarakat bahagia. Oleh karena itu kami jajaran Dukcapil akan senantiasa membantu pelayanan di daerah yang masyarakatnya kesulitan dalam mengurusnya," tutur Zudan.
Zudan berterima kasih pada usaha keras jajaran Dukcapil dalam pelayanan ini dan mendapatkan sambutan dengan penuh antusias dari masyarakat untuk mendapatkan layanan adminduk, mengingat lokasi domisili mereka yang secara geografis cukup sulit untuk dijangkau.
Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut arahan Mendagri Tito Karnavian agar pelayanan yang dilakukan Dukcapil diberikan kepada seluruh masyarakat dengan tanpa terkecuali termasuk di daerah perbatasan maupun pulau terluar.
Kali ini Tim Jemput Bola (Jebol) Dukcapil berkolaborasi dengan Dinas Dukcapil Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Dinas Dukcapil Kabupaten Belu untuk melakukan perekaman KTP-el dan pelayanan adminduk lainnya dengan mendatangi Kecamatan Tasifeto Timur yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.
Direktur Pendaftaran Penduduk Ditjen Dukcapil David Yama mengatakan, kegiatan jemput bola atau turun ke lapangan ini merupakan wujud nyata Dukcapil dalam memenuhi seluruh hak warga Indonesia melengkapi dokumen kependudukan, tak terkecuali bagi warga perbatasan dekat negara Timor Leste ini.
“Dalam pelayanan ini pasangan warga menikah yang minta 1 dokumen akta perkawinan, dapatnya 7 dokumen kependudukan berupa: KK baru, akta kawin, KTP-el pasutri dengan perubahan status kawin, akta kelahiran anak, dan KIA,” jelas tim teknis Ditjen Dukcapil Sukirno
Di sela-sela pelayanan, Tim Jebol senang berjumpa dengan adik Joni, yang beken karena memanjat tiang bendera karena tali bendera Merah Putih macet pada upacara HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2018. Joni kebetulan sedang mengurus Kartu Keluarga.
"Tak lupa juga disampaikan terimakasih kepada Ditjen Dukcapil dan Dinas Dukcapil Kabupaten Belu yang telah hadir di desa kami untuk melayani langsung penduduk di Kecamatan Tasifeto. Saya dan teman-teman sangat senang sekali karena proses cepat dan langsung jadi dan dapat diambil," ujar Kristoforus Kala Bau nama lengkapnya. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.