Bantul - Disdukcapil Bantul mendapat kunjungan sekaligus pembinaan dan pengawasan dari Ditjen Dukcapil Kemendagri pada Jumat (11/3/2022). Kunjungan dilakukan langsung oleh Direktur Pencatatan Sipil Handayani Ningrum yang didampingi pejabat dan jajarannya ini diterima langsung oleh Kadis Dukcapil Bantul Bambang Purwadi Nugroho beserta seluruh kepala bidang (Kabid).
Dalam kunjungannya ini, Ningrum meninjau ruangan pelayanan dan diskusi tanya jawab serta melakukan tindak lanjut terhadap apa yang telah dicanangkan dan diarahkan oleh Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh.
Bambang, Kadis Dukcapil biasa disapa, mengungkapkan bahwa saat ini Dukcapil Bantul sudah hampir seluruhnya mengkonversi data registrasi non SIAK ke dalam SIAK. Beragam capaian pun berhasil dipaparkannya.
"Saat ini di Bantul sudah ada sebanyak 75 buku pokok pemakaman (BPP) dari desa/kelurahan. Penerapan BPP dan pelaporan kematian ini kami galakkan dalam rangka percepatan akta kematian sesuai arahan Bapak Dirjen Dukcapil," ujarnya.
Apresiasi juga diberikan oleh Ningrum terkait diraihnya Penghargaan dari Kementerian PANRB sebagai penyelenggara pelayanan publik dengan Kategori Pelayanan Prima (A). Penghargaan ini diserahkan secara langsung oleh Menteri PANRB Tjahjo Kumolo pada Selasa (9/3/2021).
"Saya senang melihat pelayanan yang prima dari Dukcapil Bantul ini. Pengaduan yang cepat ditangani, terdapat ruang Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Publik (PPID) khususnya untuk pelayanan Dukcapil, ruang laktasi pun ada dan tempat yang ramah disabilitas," ujar Ningrum.
Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan bahwa pelayanan seperti ini yang memang harus dilakukan oleh seluruh Dinas Dukcapil di seluruh Indonesia.
"Dorongan dan semangat untuk selalu meningkatan kualitas pelayanan dari waktu ke waktu ini yang teman-teman Dukcapil harus ingat. Kita harus bekerja dengan ikhlas karena melayani masyarakat adalah ladang amal yang akan menjadi berkah," pungkas Zudan.
Hal ini pun juga ditekankan langsung oleh Mendagri Tito Karnavian bahwa pelayanan Dukcapil ini menjadi hal peting karena bersinggungan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
"Pelayanan kesehatan, pendidikan, perbankan dan urusan sosial pasti menggunakan dokumen kependudukan. Jadi kita harus sigap dan siap untuk melayani dan meningkatkan kualitas layanan," tegas Tito. Dukcapil***
Komentar
Komentar di nonaktifkan.