Bandung - Dinas Dukcapil Kota Bandung sukses mencanangkan Kisanak (KIA kerja sama dengan Sekolah Anak) sekaligus launching Lantatur (Layanan Tanpa Turun). Kisanak dan Lantatur ini diresmikan secara langsung oleh Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, Ketua DPRD Kota Bandung Tedi Rusmawan, Anggota DPR RI Komisi X Dapil Bandung dan Cimahi Sodiq Mujahid dan Kadis Dukcapil Tatang di Grand Aquila Hotel, Bandung, Senin (14/11/2022).
Kadis Tatang menerangkan, Kisanak merupakan inovasi akselerasi penerbitan KIA secara kolektif di sekolah-sekolah hasil kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung. Saat ini di 2022, telah terdaftar 97 sekolah dalam program Kisanak ini. Terdiri dari SD dan SMP negeri maupun swasta. Sedangkan Lantatur adalah layanan pengambilan hasil layanan adminduk antara lain KTP-el dan KIA secara drive thru.
"Kami juga membuat 'Sahabat KIA' yang bertujuan mengenalkan pentingnya KIA kepada anak. Selain itu, Disdukcapil Kota Bandung telah bekerja sama dengan kurang lebih 50 perusahaan yang beberapa di antaranya telah memberikan feedback berupa pemberian diskon maupun fasilitas lainnya dengan menunjukkan KIA," lanjut Tatang.
Dalam sambutan dan arahan Dirjen Zudan kembali mengingatkan bahwa layanan Dukcapil memang bukan layanan dasar, namun dasar dari semua layanan publik.
"Semua pelayanan, who you are? Siapa orangnya? Harus didefinisikan dengan benar. Saat ini kita telah masuk di era Single Identity Number. Jadi kalau Bapak/Ibu tidak bawa KK atau KTP-el cukup ingat NIK." jelas Zudan.
Zudan menuturkan, KIA sebagai bentuk representasi dari arahan Bapak Presiden Joko Widodo agar setiap penduduk memiliki identitas. Jika orang dewasa memiliki KTP-el, maka untuk anak-anak dibuatlah KIA yang diatur dalam Permendagri No. 2 Tahun 2016.
Ekosistem birokrasi juga mendapatkan sorotan oleh Zudan. Kebijakan yang dibuat dan dilaksanakan oleh jajaran Dukcapil harus berdampak langsung kepada masyarakat. Dampaknya tentunya yang membahagiakan bukan sebaliknya. Apabila tidak berdampak, maka perlu dilakukan evaluasi.
"Para lurah dan camat jangan terkejut jika menemukan layanan adminduk tanpa pengantar RT/RW lagi. Bagian yang kurang penting perlu dihapus, untuk menimbulkan efek birokrasi yang simple, namun tidak menghilangkan esensi semua pihak terlibat. RT/RW akan dapat informasi penduduk yang pindah masuk dan pindah keluar dari Dinas Dukcapil. Ini karena Dukcapil telah memiliki database kependudukan. Dengan mengetik NIK, maka akan muncul data orang tersebut," papar Zudan.
Zudan juga mencontohkan database kependudukan ini dengan diterapkannya face recognition dalam pagelaran akbar KTT G20 di Bali. WNI yang masuk ke Bali dengan difoto wajahnya melalui CCTV akan terdeteksi data kependudukan termasuk NIK, nama dan alamat. Ini merupakan hasil kerja sama Polri dan Ditjen Dukcapil Kemendagri.
Di akhir sambutannya, Zudan menekankan bahwa branding ASN harus membahagiakan penduduk. Seperti kalau mau minum air putih seringkali bilang Aqua, kalau mau beli sabun juga sering bilang life boy dan seterusnya. Maka branding Dukcapil harus ada yaitu mudah, cepat, bebas pungli dan membahagiakan. Terus bertransformasi dengan semangat memudahkan dan mempercepat layanan dengan era digital yang terus berkembang.
"Jadi jangan takut untuk bertransformasi, layanan menjadi lebih mudah, layanan menjadi lebih cepat, bebas punglinya dan membahagiakan. Itu yang saya sebut sebagai kebijakan yang berdampak positif, seperti juga minta 1 dokumen diberikan yang terkaitnya, jadi dapat 4 dokumen lainnya," pungkas Zudan.
David Yama selaku Direktur Pendaftaran Penduduk yang turut hadir pada giat ini menyampaikan apresiasi kepada Disdukcapil Kota Bandung dengan tercetusnya inovasi layanan Kisanak dan Lantatur demi peningkatan cakupan KIA dan kemudahan layanan adminduk.
"Sebuah langkah bagus yang harus kita apresiasi dan kita sosialisasikan. Saya sudah melihat kalau inovasi ini tidak hanya bergema pada saat acara, tapi deliver sampai kepada implementasinya, membahagiakan pemohon layanan" tutur Yama.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam berbagai kesempatan, senantiasa mengarahkan agar jajarannya di Dukcapil terus berkembang dan mencetuskan beragam inovasi demi memudahkan layanan adminduk bagi penduduk. Dukcapil***

Komentar
Komentar di nonaktifkan.